• Sabtu, 24 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menyoroti kondisi bangunan sekretariat Rumah Sakit Sayang Ibu yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Kerusakan atap dan plafon hingga air hujan yang masuk ke dalam bangunan menjadi perhatian serius, karena berpotensi membahayakan keselamatan pegawai.

Temuan tersebut diketahui saat Komisi IV DPRD Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi IV, Gasali, melakukan kunjungan lapangan pada Selasa (20/10/2026).

Gasali mengatakan, kondisi bangunan sekretariat tersebut sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan parah, bahkan atapnya terpaksa ditutup menggunakan terpal untuk mengantisipasi air hujan masuk ke dalam ruangan.

“Kalau hujan, air bisa masuk. Sekarang ditutup menggunakan terpal. Atapnya sudah rusak dan plafonnya juga bergantungan. Kondisi bangunan ini memang sudah sangat tidak layak,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Gasali, kondisi tersebut perlu segera ditangani, terutama untuk memastikan keselamatan sekitar 20 pegawai yang setiap hari beraktivitas di dalam bangunan.

Ia mengakui, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan perbaikan. Namun, kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan pegawai dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Karena itu, Komisi IV menyarankan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai salah satu opsi percepatan penanganan.

“Kami berharap bersama Dinas Kesehatan bisa menemukan solusi. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, karena melihat kondisi bangunannya memang sudah sangat memprihatinkan,” katanya.

Gasali menjelaskan, besaran anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan harus dihitung oleh tim teknis. Jika renovasi menyeluruh belum memungkinkan, ia menilai aspek keamanan bangunan harus menjadi prioritas agar pegawai dapat bekerja dengan lebih aman.

Ia menambahkan, perbaikan melalui mekanisme anggaran reguler berpotensi membutuhkan waktu lebih lama. Menurutnya, apabila menunggu penganggaran reguler berikutnya, penanganan kemungkinan baru dapat dilakukan pada tahun anggaran murni 2028.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Dinas Kesehatan bersama tim teknis untuk mengkaji apakah kondisi bangunan tersebut memenuhi kriteria penggunaan BTT, sehingga penanganannya dapat dipercepat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Paling tidak, dari segi keamanan harus diutamakan dulu. Kalau memang memungkinkan masuk kategori BTT, itu bisa menjadi solusi agar penanganannya lebih cepat,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Balikpapan berharap hasil kunjungan lapangan tersebut segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Perbaikan dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan pegawai yang menjalankan tugas di Rumah Sakit Sayang Ibu. (Las)



Pasang Iklan
Top