
Wisata Goa Desa Sanggulan.(Dok. Pokdarwis Benua Raya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Wisata gua di Desa Sanggulan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menunjukkan perkembangan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan. Meski jumlah pengunjung masih fluktuatif, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya terus berupaya memperluas promosi dan membuka peluang kerja sama untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan kunjungan wisatawan saat ini diperkirakan mencapai 10–15 orang per bulan. Destinasi tersebut umumnya diminati wisatawan yang menyukai alam dan aktivitas petualangan.
“Jumlah kunjungan tidak menentu. Kadang dalam satu minggu ada tiga atau empat pengunjung, tetapi pada waktu lain bisa berbeda,” ujar Sopian, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, wisata gua memiliki karakteristik tersendiri karena menawarkan pengalaman eksplorasi alam yang lebih spesifik. Karena itu, promosi perlu diarahkan kepada komunitas pencinta alam, kelompok petualang, serta pihak yang bergerak di bidang perjalanan wisata.
Sopian mengungkapkan, Pokdarwis Benua Raya pernah menerima kunjungan rombongan sekitar 50–80 orang melalui kerja sama dengan Borneo Venture. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata gua di Desa Sanggulan.
Bahkan, setelah kegiatan rombongan tersebut, sejumlah pengunjung kembali datang dengan mengajak teman-temannya.
“Setelah kegiatan tersebut, ada pengunjung yang kembali datang bersama teman-temannya,” katanya.
Melihat peluang itu, Pokdarwis Benua Raya membuka kesempatan bagi pihak ketiga maupun komunitas yang ingin menjajaki kerja sama untuk mengadakan perjalanan wisata ke kawasan gua. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Desa Sanggulan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan pihak ketiga maupun komunitas yang ingin mengadakan perjalanan wisata ke gua. Kalau ada komunitas yang ingin membawa rombongan, kami menyambut baik dan siap menjajaki kerja sama,” ungkapnya.
Meski demikian, pengembangan destinasi tetap memperhatikan kondisi alam dan kesiapan kawasan. Saat ini, kegiatan susur gua hingga bagian dalam masih ditutup sementara karena debit air sedang rendah. Oleh sebab itu, aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan demi menjaga keselamatan pengunjung.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Muhammad Sadli, mengapresiasi upaya Pokdarwis Benua Raya dalam mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata gua di Desa Sanggulan.
Menurutnya, inisiatif kelompok sadar wisata dalam mengenalkan destinasi lokal merupakan bagian penting dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Ia berharap promosi dan pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan popularitas wisata gua Sanggulan serta mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung ke Kutai Kartanegara.
Dengan dukungan berbagai pihak dan pengelolaan yang memperhatikan kondisi alam, wisata gua Sanggulan diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu alternatif destinasi wisata minat khusus di Kukar. (Adv/Dri)