
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Jumat (23/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menjaga keberlangsungan Gerakan Etam Mengaji (Gema) sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Gema merupakan program yang memiliki manfaat penting dan perlu terus dilanjutkan.
Menurutnya, gerakan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur an, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Gerakan Etam Mengaji itu merupakan suatu gerakan yang sangat baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Gerakan ini sudah berjalan cukup lama dan harus kita kawal keberlangsungannya," ujar Aulia di Pendopo Bupati Kukar, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembangunan fisik.
Pemerintah juga perlu memperhatikan pembentukan watak dan karakter aparatur yang menjalankan roda pemerintahan.
Karena itu, Gema diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi ASN di lingkungan Pemkab Kukar.
Ia menyampaikan komitmen terhadap kemampuan keagamaan juga pernah diterapkan dalam proses pengambilan Surat Keputusan (SK) maupun perpanjangan SK bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bagi pegawai yang beragama Islam, salah satu persyaratannya dapat membaca Al-Qur
Sementara bagi pegawai beragama Kristen dan Katolik, terdapat ketentuan kemampuan membaca kitab suci.
Untuk pemeluk agama lainnya, pelaksanaannya disesuaikan dengan ajaran dan ketentuan agama masing-masing.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan karakter dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
"Ini merupakan tanggung jawab kita yang melanjutkan keberlangsungan proses kepemimpinan ini, untuk melanjutkan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara," katanya.
Pemkab Kukar juga melihat Gema sebagai bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah berharap kegiatan keagamaan dapat terus hidup, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Melalui keberlanjutan Gema dan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, Pemkab Kukar berkomitmen menjaga pembangunan manusia agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan daerah, tetapi juga dibarengi pembentukan karakter, nilai moral dan kehidupan keagamaan yang kuat. (Adv/Zar)