
Pemain PS Pemuda Tenggarong usai bertanding di perebutan posisi 3 di Piala Soeratin U13 tingkat Nasional di IKN, Sabtu (24/10/2026).(Foto: Dok. PS Pemuda Tenggarong)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): PS Pemuda Tenggarong berhasil mencetak sejarah dengan meraih posisi ketiga pada Piala Soeratin U13 tingkat nasional yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (24/10/2026).
Hasil ini diraih setelah PS Pemuda Tenggarong menundukkan PS Freeport Indonesia asal Papua Tengah dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan perebutan juara ketiga.
Ketua Umum PS Pemuda Tenggarong, H Arifin Noor mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mampu bangkit setelah sebelumnya mengalami kekalahan telak di babak semifinal.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan karena PS Pemuda Tenggarong tidak hanya membawa nama klub, tetapi juga mewakili Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kalimantan Timur di ajang sepak bola usia dini tingkat nasional.
"Ini kemenangan kita semua, baik dari pemain maupun masyarakat Kukar. Kita membawa nama Kaltim. Ini kemenangan kita semua," ujar Arifin kepada KutaiRaya.com, Sabtu (24/10/2026).
Perjalanan PS Pemuda Tenggarong di Piala Soeratin U13 berlangsung sejak fase grup.
Kemudian tim ini mampu melaju hingga babak semifinal dan bersaing dengan sejumlah tim kuat dari berbagai Provinsi.
Namun, langkah menuju final terhenti setelah PS Pemuda Tenggarong dikalahkan Persebaya U13 dengan skor 7-1 pada semifinal, Kamis (22/10/2026) lalu.
Meskipun sempat mengalami kekalahan, mental para pemain tidak lantas jatuh.
Mereka kembali bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan perebutan posisi ketiga melawan PS Freeport Indonesia yang berlangsung, Sabtu (24/10/2026).
Hasilnya, PS Pemuda Tenggarong mampu bermain disiplin dan menjaga permainan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, perjuangan anak-anak Tenggarong akhirnya membuahkan hasil.
PS Pemuda berhasil mencetak gol pada menit ke 43 yang menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir dan memastikan PS Pemuda Tenggarong menempati posisi ketiga Piala Soeratin U13 tingkat nasional.
Ia menyebut capaian tersebut menjadi sejarah bagi PS Pemuda Tenggarong karena untuk pertama kalinya tim tersebut berhasil membawa pulang trofi dari ajang Piala Soeratin tingkat nasional.
"Ini merupakan kemenangan kita semua. Kita sangat berterima kasih kepada head coach Nur Alam, manajer Rudy Gunawan, asisten coach, pembina kita H Amin, orangtua mereka serta seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan," katanya.
Ia meminta seluruh pemain tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut.
Menurutnya, kemenangan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pemain melalui pembinaan yang berkelanjutan.
"Kemenangan ini harus kita nikmati, jangan jumawa. Kita harus meningkatkan kualitas pemain untuk ke depannya. Setelah ajang ini, PS Pemuda tetap melakukan pembinaan berjenjang untuk menghasilkan pemain-pemain muda berkualitas," tuturnya.
Sementara itu, Pembina PS Pemuda Tenggarong, H Nurul Amin turut mengapresiasi kerja keras para pemain, pelatih, ofisial, pengurus, dan orang tua atlet.
Ia mengaku kekalahan di semifinal sempat memengaruhi mental para pemain.
Namun, mereka mampu bangkit dan menunjukkan semangat juang pada pertandingan perebutan juara ketiga.
"Kita benar-benar mengapresiasi kerja keras mereka. Walaupun sebelumnya sempat kalah di 4 besar dan mentalnya sempat jatuh, Alhamdulillah pada pertandingan perebutan juara 3 anak-anak bisa bangkit kembali," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan meraih posisi ketiga menjadi pencapaian pertama bagi PS Pemuda Tenggarong dalam sejarah keikutsertaan di ajang tersebut.
Ia menilai para pemain Kukar memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.
Selain memiliki semangat juang, para pemain juga dinilai menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti kompetisi.
Ia berharap capaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk semakin serius memperhatikan pembinaan sepak bola usia dini di Kukar.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya perlu dilakukan pada kelompok U13, tetapi juga berlanjut ke kelompok usia U15 dan U17 agar perkembangan pemain dapat berlangsung secara berjenjang.
Ia juga mengapresiasi dukungan para orangtua yang terus mendampingi anak-anak selama mengikuti kompetisi, termasuk dukungan masyarakat Kukar dan Kaltim.
"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat Kukar, khususnya Tenggarong dan Kaltim," ujarnya.
Ke depannya, ia berharap PS Pemuda Tenggarong dapat terus mengikuti berbagai turnamen resmi yang diselenggarakan PSSI.
Keikutsertaan dalam kompetisi dinilai penting untuk menambah pengalaman dan jam terbang pemain.
"Kami berharap ada event-event selanjutnya dari PSSI yang memang resmi. Bagaimana supaya kita bisa ikut turnamen-turnamen tersebut, baik usia 13 maupun usia 15," ucapnya. (*Zar)