
Penampilan Talenta Lokal di Tenggarong.(Dok. Dispar Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah membuka peluang pemagangan bagi lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) agar dapat memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri profesional.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan kapasitas para pelakunya. Dengan begitu, potensi kreativitas yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi karya yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Menurutnya, pengalaman bekerja secara langsung di industri dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada talenta lokal mengenai standar kerja, proses produksi, hingga pengelolaan proyek kreatif.
“Fokus kami bukan hanya menjual produk, tetapi juga mengembangkan sumber daya manusianya,” tegas Zikri, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu bidang yang berpeluang dikembangkan melalui skema pemagangan adalah perfilman. Sineas lokal, misalnya, dapat memperoleh kesempatan belajar di rumah produksi luar daerah untuk memperdalam keterampilan sekaligus memahami dinamika industri film.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelaku kreatif untuk membangun portofolio, memperluas jaringan profesional, dan meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan karya.
“Misalnya, pelaku film bisa dimagangkan ke rumah produksi di luar daerah. Kami ingin para sineas lokal mendapatkan pengalaman, membangun portofolio, dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Zikri menambahkan, gagasan pemagangan ini juga diarahkan untuk membuka ruang pengembangan bagi lulusan ISBI setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan adanya pengalaman kerja yang relevan, mereka diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk menerapkan ilmu sekaligus mengembangkan potensi di sektor ekonomi kreatif.
Namun, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum menjadi program yang berjalan. Dispar Kukar masih perlu mengkaji mekanisme pelaksanaan, bentuk kemitraan, serta ketentuan yang harus dipenuhi sebelum menentukan skema yang sesuai.
Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga diperlukan agar pelaksanaan pemagangan nantinya dapat menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta.
"Kita berharap, pengembangan talenta melalui pengalaman kerja dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat," ungkapnya.
Tidak hanya mendorong pemasaran produk, langkah ini juga diharapkan mampu menyiapkan pelaku kreatif lokal agar semakin siap menghadapi persaingan dan perkembangan industri.
Melalui penguatan kompetensi tersebut, potensi kreatif masyarakat Kukar diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan serta membuka peluang kerja lebih luas bagi generasi muda. (Adv/Dri)