
Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya mempercepat transformasi ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, komunitas, serta pelaku ekonomi kreatif dinilai penting untuk menciptakan peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar potensi sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai tambah.
Menurutnya, ekonomi kreatif bertumpu pada pemanfaatan ide, pengetahuan, inovasi, dan kreativitas masyarakat. Sektor ini mencakup berbagai bidang, mulai dari seni, desain, musik, film, fesyen, hingga kuliner yang memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai karakter dan potensi daerah.
“Melalui momentum ini, Pemkab Kukar siap meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung transformasi ekonomi di Kukar melalui pemanfaatan sumber daya yang ada,” ujarnya Rabu (21/10/2026).
Awang menjelaskan, penguatan ekonomi kreatif juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Kartanegara 2025–2029. Karena itu, diperlukan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk komunitas serta para pelaku ekonomi kreatif.
Ia berharap, ke depan, para penggiat ekonomi kreatif bersama perangkat daerah dapat menyusun program kolaborasi yang terstruktur dan sistematis.
Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memperkuat kapasitas pelaku, membuka akses pengembangan usaha, serta mendorong keberlanjutan sektor ekonomi kreatif di Kukar.
“Harapan kami, ke depan teman-teman penggiat ekonomi kreatif bersama unsur Pemkab Kutai Kartanegara dapat menyusun program-program kolaborasi yang terstruktur dan sistematis, sehingga semakin memperkuat fungsi dan peran para penggiat serta pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Ia juga menilai komunikasi dan koordinasi yang intensif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat. Untuk itu, forum-forum informal yang mempertemukan pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai ruang bertukar gagasan, menyampaikan kebutuhan, serta merumuskan langkah pengembangan bersama.
Menurut Awang Agus, pemerintah daerah tidak dapat menjalankan pembangunan secara optimal tanpa dukungan masyarakat dan berbagai pihak terkait. Kontribusi pelaku ekonomi kreatif dibutuhkan agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat secara luas.
“Pemkab Kukar tentu tidak dapat bekerja sendiri dan memerlukan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, peran aktif dan kontribusi para pelaku serta penggiat ekonomi kreatif perlu terus ditingkatkan. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada teman-teman yang telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Kukar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Awang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung visi dan misi Kukar Idaman Terbaik agar dapat diimplementasikan secara nyata dalam pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Dispar Kukar berharap sektor ekonomi kreatif semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan peluang ekonomi baru berbasis kreativitas dan potensi lokal.
"Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv/Dri)