• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Flayer Desa Wisata Sangkuliman.(Dok. Pokdarwis BMT)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Keindahan alam yang berpadu dengan kehidupan nelayan tradisional menjadi daya tarik Desa Wisata Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Berbekal potensi tersebut, desa ini terus mengembangkan konsep ekowisata berbasis masyarakat dan kini dipercaya mewakili Kukar dalam Lomba Desa Wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Pengembangan Desa Wisata Sangkuliman tidak terlepas dari pendampingan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar selama tiga tahun terakhir. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan destinasi, menggali potensi lokal, serta mendorong masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Akhmad Rojali, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai keunggulan desa untuk ditampilkan dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan yang diberikan. Semua potensi desa kami siapkan untuk ditampilkan dalam lomba ini,” ujar Rojali, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, Sangkuliman memiliki karakter wisata yang berbeda karena menawarkan perpaduan bentang alam, budaya, kuliner tradisional, dan aktivitas keseharian masyarakat setempat.

Secara geografis, desa ini berada di kawasan yang diapit Sungai Mahakam, Danau Saguntur, dan Danau Semayang. Kondisi tersebut membentuk kehidupan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan penghasilan sebagai nelayan tradisional.

Potensi itu dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan warga. Wisatawan dapat mengikuti paket susur sungai, menjelajahi danau, hingga mengenal aktivitas nelayan di kawasan Saguntur.

Dari sisi kuliner, Sangkuliman juga memiliki sajian khas seperti Iwak Besumap, kue Kikicak, dan Kalalpon berbahan kelapa. Kekayaan kuliner tersebut menjadi bagian dari identitas lokal yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Daya tarik lainnya terletak pada keberadaan habitat pesut dan bekantan serta Gunung Tallo yang dikenal dengan julukan The Magical of Sangkuliman. Gunung tersebut lekat dengan cerita rakyat dan nuansa mistis yang berkembang di tengah masyarakat, sehingga menambah sisi unik pengalaman wisata di desa ini.

Selain kekayaan alam, Sangkuliman juga memiliki nilai sejarah sebagai kawasan permukiman terpadu yang terbentuk pada 1990. Keberadaan permukiman tersebut menjadi bagian dari cerita perkembangan desa yang dapat diangkat sebagai materi interpretasi wisata.

Pengembangan potensi tersebut sejalan dengan upaya mendorong pariwisata berkelanjutan melalui program Kukar Idaman Terbaik, khususnya penguatan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, menyambut baik langkah Pokdarwis BMT yang aktif mengembangkan ekowisata di wilayah Kota Bangun.

Menurut Sadli, keterlibatan kelompok masyarakat menjadi unsur penting dalam memperkenalkan destinasi sekaligus memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.

“Tentu hal ini sangat membantu Dispar dalam mempromosikan tempat wisata di Kukar. Ketika masyarakat ikut aktif mengembangkan destinasi, potensi yang dimiliki daerah bisa semakin dikenal luas,” ujarnya.

Ia berharap pengelolaan Desa Wisata Sangkuliman terus berkembang melalui penguatan daya tarik wisata, keterlibatan masyarakat, serta pengenalan kekayaan alam dan budaya lokal kepada wisatawan.

Dengan mengandalkan ekowisata, kuliner khas, dan kehidupan nelayan tradisional, Sangkuliman memiliki peluang untuk memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan karakter wisata Kukar di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top