• Senin, 02 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Audensi bersama jajaran pemerintah Kecamatan Sangasanga di Ruang Sekretaris Daerah Kukar, Senin (19/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong pelaksanaan peringatan 27 Januari 2027 di Kecamatan Sangasanga tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang lebih segar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
‎
‎Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, setelah menerima audiensi jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga, Senin (19/10/2026) yang membahas persiapan peringatan 27 Januari 2027.
‎
‎Dalam audiensi tersebut, ia menerima paparan mengenai rencana kegiatan, pihak-pihak yang akan terlibat hingga kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 630 juta.
‎
‎Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan pelaksanaan kegiatan tahun depan memiliki dampak yang lebih besar, khususnya bagi masyarakat Sangasanga.

Menurutnya, momentum peringatan 27 Januari harus dapat dikemas dengan baik sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
‎
‎"Harapan saya, peringatan 27 Januari tahun depan benar-benar memberikan dampak signifikan kepada masyarakat, khususnya warga Sangasanga. Jangan sampai hanya menjadi seremoni yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi tidak memberikan dampak maksimal," ujar Sunggono.
‎
‎Ia menjelaskan, berdasarkan paparan awal yang diterimanya, konsep kegiatan yang disiapkan masih relatif sama dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Maka itu, ia meminta jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga kembali melakukan pembahasan untuk mencari kemungkinan konsep baru.
‎
‎Pemkab Kukar membuka ruang bagi panitia untuk mengembangkan kegiatan dengan format yang lebih menarik dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga telah menunjukkan dukungan melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.
‎
‎Menurutnya, inovasi diperlukan agar peringatan 27 Januari tidak hanya dikenang sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan berbagai potensi yang dimiliki Sangasanga.
‎
‎"Secara konseptual, usulan yang disampaikan tadi memang belum ada yang berbeda. Saya menyarankan agar pelaksanaannya dibuat berbeda. Karena itu, saya mengajak mereka kembali berdiskusi untuk membahas sejumlah hal yang memungkinkan kegiatan tahun depan dilaksanakan dengan konsep baru," tuturnya.
‎
‎Ia menilai jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga memiliki posisi strategis untuk merancang kegiatan tersebut karena sebagian besar pejabat yang terlibat merupakan putra daerah, mulai dari camat, sekretaris camat, kepala seksi hingga lurah berasal dari Sangasanga.
‎
‎Kondisi ini diharapkan menjadi modal untuk menghadirkan gagasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
‎
‎Bahkan ia memberikan tantangan kepada jajaran kecamatan agar mampu menyusun konsep peringatan yang lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki.
‎
‎"Semua pejabat yang terlibat ini orang asli Sangasanga. Saya sudah memberikan tantangan kepada mereka agar bisa melaksanakan kegiatan dengan format baru yang memberikan dampak lebih besar kepada masyarakat," katanya.
‎
‎Untuk tahapan berikutnya, jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga akan mematangkan kembali persiapan, termasuk susunan kegiatan atau rundown.

Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat menghasilkan konsep yang lebih inovatif sebelum pelaksanaan.
‎
‎Dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan lintas OPD, Pemkab Kukar berharap peringatan 27 Januari 2027 dapat menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat nilai sejarah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat Sangasanga. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top