• Minggu, 18 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani , Jumat (16/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menelusuri persoalan pemadaman listrik yang dinilai cukup sering terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi ini menjadi perhatian karena gangguan listrik juga dinilai berpotensi memengaruhi komponen kelistrikan dan dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran.
‎
‎Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, persoalan kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan aliran listrik, tetapi juga kondisi infrastruktur dan kestabilan pasokan yang diterima masyarakat.
‎
‎Menurutnya, listrik yang sering padam dan kembali menyala dapat berpengaruh terhadap peralatan kelistrikan yang digunakan masyarakat.

Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama, termasuk oleh pihak PLN.
‎
‎"Karena sering mati listrik itu juga merupakan penyebab. Komponen listrik dan alat-alat kelistrikan pasti berpengaruh. Bisa saja karena sering mati lampu, komponen peralatan kelistrikan kita rusak sehingga itu memicu kebakaran," ujar Yani kepada KutaiRaya.com, Jumat (16/10/2026).
‎
‎Ia menilai upaya mencegah kebakaran tidak cukup hanya dengan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan peralatan rumah tangga.

Faktor kelistrikan juga perlu diperhatikan, mengingat sebagian aktivitas masyarakat sangat bergantung pada jaringan listrik.
‎
‎Ia mengemukakan, PLN juga memiliki peran dalam memastikan infrastruktur kelistrikan dapat berfungsi dengan baik dan pasokan listrik kepada masyarakat berjalan secara optimal.
‎
‎"Bukan berarti PLN hanya mengalirkan listrik saja, tetapi juga perlu memperhatikan semua fasilitas dan infrastruktur kelistrikan. Termasuk bagaimana supaya tidak mati lampu lagi," katanya.
‎
‎Menurutnya, apabila pemadaman terjadi berulang kali, masyarakat dapat mengalami kerugian akibat terganggunya aktivitas maupun kerusakan peralatan elektronik.

Dalam kondisi tertentu, gangguan pada instalasi atau perangkat listrik juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
‎
‎Karena itu, DPRD Kukar berencana melakukan penelusuran langsung untuk melihat persoalan yang terjadi di lapangan.

DPRD juga akan membuka komunikasi dengan PLN agar permasalahan tersebut dapat dibahas dan dicari solusinya.
‎
‎"Ke depan, insya Allah kami DPRD akan bekerja sama dengan PLN supaya ini juga bisa disikapi," ucapnya.
‎
‎Ia menegaskan, pencegahan kebakaran harus dilakukan dari berbagai sisi.

Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas rumah tangga, seperti penggunaan kompor maupun peralatan listrik.
‎
‎Namun, menurutnya, persoalan jaringan dan pasokan listrik juga tidak boleh diabaikan sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran.
‎
‎"Bukan berarti persoalan yang lain, termasuk masak-memasak rumah tangga, tidak perlu dijaga. Tetapi juga ada yang lain, pemicu yang penting juga adalah persoalan kelistrikan," tuturnya.
‎
‎Ia berharap penelusuran yang dilakukan nantinya dapat memberikan gambaran mengenai penyebab seringnya pemadaman listrik, sekaligus langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah gangguan serupa.
‎
‎DPRD Kukar juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah, PLN dan masyarakat dalam memastikan keamanan, serta keandalan sistem kelistrikan.

Langkah ini dinilai penting agar kejadian kebakaran akibat berbagai faktor dapat ditekan.
‎
‎"Yang penting kita pastikan nanti ke depan tidak terjadi lagi hal yang seperti itu," ujarnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top