• Minggu, 18 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Disparpora Balikpapan, dr. Ratih Kusuma.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Tingkat kunjungan wisata di sejumlah kawasan di Balikpapan mulai melandai di tengah kondisi kabut asap yang berdampak pada aktivitas luar ruangan. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan pun mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata.

Kepala Disparpora Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, mengatakan tingkat okupansi hotel saat ini berada di kisaran 60 persen. Meski sejumlah hotel masih mencatat kondisi yang relatif stabil, beberapa kawasan mengalami penurunan kunjungan.

“Kalau secara angka, okupansi hotel sekitar 60 persen. Sempat meningkat, tetapi sekarang kembali melandai. Ada beberapa kawasan hotel yang masih stabil, tetapi di area tertentu memang mengalami penurunan,” ujar Ratih, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan dan acara dapat menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan, sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel. Sejumlah pengelola hotel bahkan mulai berinisiatif menggelar kegiatan sendiri untuk menarik minat pengunjung.

Disparpora juga mendorong pelaksanaan kegiatan di destinasi wisata, termasuk Meranti Trail yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026.

Ratih berharap berbagai kegiatan tersebut mampu menggerakkan kembali aktivitas pariwisata, baik melalui kunjungan ke destinasi wisata maupun peningkatan hunian hotel.

Selain mendorong kegiatan yang digelar pengelola hotel dan destinasi wisata, Disparpora Balikpapan juga menyiapkan agenda untuk menarik kunjungan wisatawan dalam skala lebih luas.

Salah satunya Balikpapan Fest yang direncanakan berlangsung setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur. Saat ini, Disparpora masih memprioritaskan persiapan penyelenggaraan Porprov sebelum kembali menggencarkan promosi berbagai agenda pariwisata.

“Kami berupaya menarik berbagai kegiatan untuk meningkatkan geliat pariwisata. Setelah fokus pada Porprov, kami akan kembali mempromosikan event-event yang ada, termasuk Balikpapan Fest,” jelasnya.

Ratih menilai kegiatan berskala besar berpotensi memberikan dampak berantai terhadap sektor pariwisata, mulai dari kunjungan destinasi, hunian hotel, hingga aktivitas pelaku usaha yang mendukung penyelenggaraan acara.

Namun, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan perlu mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan pengunjung, terutama untuk acara yang berlangsung di luar ruangan.

Ia mencontohkan kegiatan lari yang sebelumnya berlangsung dengan baik dan turut mendorong peningkatan hunian hotel. Pelaksanaan acara tersebut berjalan lancar hingga selesai tanpa insiden yang dilaporkan.

Di tengah kondisi kabut asap, Ratih mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi pengunjung.

Wisatawan juga diminta menjaga kesehatan selama beraktivitas. Penggunaan masker disarankan, terutama bagi masyarakat yang kondisi tubuhnya kurang fit atau harus beraktivitas di luar ruangan.

Menurutnya, kegiatan luar ruangan perlu disiapkan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan situasi lingkungan. Sementara itu, penyelenggara kegiatan dalam ruangan maupun luar ruangan harus tetap mengutamakan keselamatan peserta.

“Kami mengimbau pengelola destinasi wisata untuk selalu siaga. Pengunjung juga harus menjaga kesehatan dan menggunakan masker apabila kondisi tubuh tidak stabil, terutama saat bepergian,” katanya.

Disparpora berharap kolaborasi pengelola hotel, destinasi wisata, dan penyelenggara acara dapat menjaga aktivitas pariwisata Balikpapan tetap berjalan, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan. (Las)



Pasang Iklan
Top