• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Pameran Kerajinan Dispar Kukar.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemasaran menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mulai menjajaki kemungkinan membawa produk ekonomi kreatif (ekraf) menembus pasar ekspor pada 2027.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan perluasan pasar menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan usaha kreatif. Produk lokal diharapkan tidak hanya mampu diproduksi, tetapi juga memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

Menurutnya, rencana menjajaki pasar internasional tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah pihak yang berkompeten. Langkah ini masih membutuhkan pembahasan untuk menentukan bentuk kerja sama dan strategi yang dapat diterapkan.

“Kami berencana menjajaki skema ekspor pada tahun depan secara bertahap. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” ujar Zikri, Jumat (16/10/2026).

Sebagai langkah awal, Dispar Kukar telah berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan untuk membahas berbagai gagasan terkait pengembangan dan pemasaran produk ekonomi kreatif. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak yang berkaitan dengan bidang ketenagakerjaan guna membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Burhanuddin di Dinas Perdagangan serta berkomunikasi dengan pihak terkait ketenagakerjaan. Banyak ide yang sudah kami bicarakan untuk kemajuan para pelaku ekonomi kreatif,” jelasnya.

Zikri menilai, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan yang menyeluruh. Peningkatan keterampilan dan kapasitas produksi perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas jaringan pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki peluang menjangkau konsumen baru.

Dengan akses pasar yang semakin terbuka, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Karena itu, koordinasi dengan perangkat daerah terkait menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk merumuskan peluang pengembangan tersebut.

Dispar Kukar berharap penjajakan ini dapat menjadi pintu masuk bagi produk kreatif lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar luar negeri.

"Meski demikian, realisasi ekspor pada 2027 masih berupa rencana yang perlu dimatangkan melalui koordinasi dan pembahasan bersama pihak terkait," tutupnya. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top