
Para juara kompetisi futsal SMEDSA CUP VI 2026.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Turnamen futsal antarpelajar Smedsa Cup VI 2026 yang digelar SMK Medika Samarinda resmi berakhir dengan menempatkan tim tuan rumah sebagai juara pada dua kategori bergengsi, yakni SMA/SMK/MA putra dan putri.
Kompetisi yang berlangsung sejak 9 hingga 15 Oktober 2026 di Gedung Olahraga SMK Medika Samarinda, Jalan Padat Karya, Samarinda Utara, tersebut diikuti sebanyak 126 tim dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan tim futsal sekolahnya yang mampu menunjukkan performa terbaik hingga pertandingan final.
Menurutnya, keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi SMK Medika Samarinda sebagai salah satu sekolah yang konsisten melakukan pembinaan olahraga futsal di Kaltim.
"Hari ini merupakan pertandingan final Smedsa Cup keenam. Alhamdulillah, untuk tingkat SMA putra berhasil dijuarai SMK Medika Samarinda. Begitu juga kategori putri, tim kami kembali menjadi juara. Bahkan, tim lainnya juga berhasil meraih peringkat tiga," ujar Musmulyadi, Kamis (15/10/26) malam.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Smedsa Cup VI tidak hanya melibatkan sekolah-sekolah dari Samarinda, tetapi juga menghadirkan peserta dari sejumlah kabupaten dan kota lainnya.
Di antaranya Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), serta Kota Bontang dan Balikpapan.
Dengan jumlah peserta mencapai 126 tim, dirinya menilai turnamen tersebut telah berkembang menjadi salah satu kompetisi futsal antarpelajar berskala besar di Kaltim.
"Pesertanya mencapai 126 tim dari berbagai daerah. Kami melihat Smedsa Cup sudah menjadi salah satu turnamen futsal pelajar dengan jumlah peserta yang cukup besar di Kalimantan Timur," jelasnya.
Berdasarkan hasil akhir pertandingan, SMK Medika Samarinda A berhasil meraih gelar juara pertama kategori SMA/SMK/MA putra.
Posisi kedua ditempati SMKN 1 Samarinda, disusul SMAN 7 Samarinda C sebagai juara ketiga dan SMK Medika C pada peringkat keempat.
Dominasi tuan rumah juga terlihat pada kategori SMA/SMK/MA putri. SMK Medika Samarinda A kembali memastikan gelar juara pertama setelah mengungguli para pesaingnya.
SMKN 1 Samarinda harus puas berada di posisi kedua, sementara SMK Medika Samarinda B menempati peringkat ketiga dan SMKN 2 Balikpapan meraih juara keempat.
Musmulyadi menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bahkan, dalam turnamen kali ini, SMK Medika Samarinda menurunkan lima tim untuk menguji kemampuan para pemainnya menghadapi sekolah-sekolah lain.
"Kami menurunkan lima tim, mulai dari tim A hingga E. Jadi, peserta dari luar juga harus menghadapi kekuatan tim-tim Medika. Khusus tim A, kami menilai kualitas pemainnya sudah cukup baik untuk bersaing di tingkat Kalimantan Timur," ungkapnya.
Sementara itu, pada kategori SMP/MTs putra, SMPN 15 Samarinda A berhasil keluar sebagai juara pertama.
MTs Noris menempati posisi kedua, disusul MTs Model sebagai juara ketiga dan MTs DDI Tani Aman di peringkat keempat.
Untuk kategori SMP/MTs putri, gelar juara pertama diraih SMPN 22 Samarinda A. Posisi kedua ditempati SMPN 40 Samarinda, sedangkan SMPN 15 Samarinda meraih juara ketiga dan SMPN 4 Samarinda B berada di peringkat keempat.
Adapun kategori SD/MI dimenangkan SDK Asisi A. SD Lukman Al Hakim meraih posisi kedua, SDN 002 Samarinda Kota C menjadi juara ketiga, sementara SDN 008 Sungai Pinang menempati peringkat keempat.
Selain penghargaan bagi tim juara, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang menunjukkan penampilan terbaik selama kompetisi.
Penghargaan pemain terbaik kategori SMA/SMK/MA putra diraih M. Revan Alfarisi dari SMKN 1 Samarinda, sedangkan kategori putri diberikan kepada Raidatul Arsy CN dari sekolah yang sama.
Pada kategori SMP/MTs, penghargaan pemain terbaik putra diraih Zidan dari SMPN 15 Samarinda dan pemain terbaik putri diraih Aisyah dari SMPN 22 Samarinda A.
Sementara itu, Rasya dari SD Lukman Al Hakim terpilih sebagai pemain terbaik kategori SD/MI.
Untuk pencetak gol terbanyak, Rehan Saputra dan Ayra dari SMK Medika Samarinda A masing-masing meraih penghargaan pada kategori SMA/SMK/MA putra dan putri.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Zidan dari MTs Model, Mesya dari SMPN 22 Samarinda A, serta Oliver dari SDK Asisi pada kategori masing-masing.
Musmulyadi menegaskan, Smedsa Cup bukan sekadar kompetisi agar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet futsal potensial di Kaltim.
Ia mengakui, turnamen tersebut turut menarik perhatian sejumlah pencari bakat yang memantau kemampuan para pemain untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan karier di dunia futsal.
Menurutnya, pihak sekolah tidak mempermasalahkan apabila pemain binaan SMK Medika mendapat kesempatan memperkuat klub maupun tim dari daerah lain.
"Kalau ada anak-anak yang memiliki bakat kemudian dilirik tim dari Paser, Kukar, Bontang, Samarinda, atau Kutai Timur, tentu tidak masalah. Kami justru mendukung karena futsal juga bisa berkembang menjadi industri yang memberikan penghasilan bagi pemain," katanya.
Ia berharap pembinaan futsal sejak usia sekolah dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga Kaltim, termasuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Ia optimistis pemain-pemain muda yang dibina melalui kompetisi antarpelajar memiliki peluang untuk berkembang menjadi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Harapan kami, pembinaan ini bisa membantu Kalimantan Timur kembali meraih prestasi di PON dalam dua sampai tiga tahun mendatang. Insyaallah, SMK Medika akan memberikan kontribusi besar untuk memperkuat futsal Kaltim," tegasnya.
Dirinya memastikan Smedsa Cup akan terus diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung perkembangan olahraga futsal.
Menurutnya, keikutsertaan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kompetisi tersebut telah memiliki daya tarik yang semakin luas.
"Kegiatan ini memang agenda rutin kami. Pesertanya bukan hanya dari Samarinda, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota. Mereka datang untuk menguji kemampuan dan bersaing dengan tim-tim terbaik," tukasnya.
Ia berharap penyelenggaraan Smedsa Cup pada tahun-tahun berikutnya dapat terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pertandingan.
Dengan demikian, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsekolah, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet futsal berbakat yang kelak mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional. (*Yud)