• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Tausiah setelah Shalat Subuh di Masjid Jami Adji Amir Hasanudin, Jumat (16/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Suasana haru menyelimuti Masjid Jami Adji Amir Hasnudin, Tenggarong, Jumat (16/10/2026) pagi.

Usai shalat Subuh, jamaah bersama sejumlah tokoh agama menggelar doa dan tausiah untuk mengenang Hamdi Noor beserta 2 anaknya yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian, sekaligus ikhtiar bersama untuk mendoakan keluarga yang tengah berduka.

Selain doa untuk almarhum, jamaah juga diajak memanjatkan doa agar masyarakat Kukar senantiasa mendapat perlindungan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Ketua Yayasan Cahaya Penerang Jiwa, Muhammad Syafii mengatakan, kegiatan ini diinisiasi setelah terjadinya kebakaran yang menelan korban jiwa di kawasan Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh.

Menurutnya, musibah yang terjadi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Setelah kejadian kebakaran yang menelan korban jiwa, artinya kita ini, Tenggarong ini dikelilingi oleh musibah. Jadi saya coba inisiasi dan didukung," ujar Syafii.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut memang dipersiapkan dalam waktu singkat.

Namun, dukungan dari berbagai pihak membuat doa bersama dan tausiah dapat terlaksana.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan pihak yang turut membantu, termasuk Pemerintah Kabupaten Kukar, Bupati Kukar, Sekda Kukar, serta sejumlah pihak dan majelis yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

"Semata-mata tujuannya memang karena kita dikelilingi musibah ini. Kita baca doa. Yang paling membuat kita trenyuh adalah Ustaz Hamdi kemarin yang meninggal bersama dua anaknya," katanya.

Menurutnya, doa bersama tersebut secara khusus ditujukan bagi almarhum Hamdi Noor dan kedua anaknya.

Jamaah juga memanjatkan doa tolak bala agar masyarakat diberikan keselamatan serta dijauhkan dari musibah.

"Kajian ini memang dikhususkan untuk pembacaan doa arwah untuk almarhum Hamdi. Kemudian doa tolak bala, itu yang penting. Setelah itu dilanjutkan tausiah," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan H Gusti Dzulkipli yang didatangkan dari Samarinda.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat kesabaran dan keimanan kepada Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kejadian dalam kehidupan.

Karena itu, doa dan kesabaran menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap ujian.

"Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita memang sudah menjadi takdir dari Allah SWT. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, apakah takdir itu membuat kita lupa kepada Allah atau justru semakin mendekatkan diri kepada Allah," tuturnya.

Menurutnya, doa yang dipanjatkan bersama merupakan bentuk pengakuan manusia bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah SWT.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya kesabaran dan ibadah ketika menghadapi musibah.

"Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Doa hari ini adalah bentuk kelemahan seorang hamba. Manusia hanya bisa berencana dan berdoa, tetapi Allah yang menentukan segala sesuatu," tuturnya.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi kebaikan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Tenggarong dan Kukar.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini menjadi kebaikan untuk kita semua. Mudah-mudahan seluruh kampung kita dijaga oleh Allah dan seluruh penduduknya mendapatkan limpahan rahmat serta kebaikan Allah SWT," ucapnya penuh harap.

Dalam tausiah tersebut, ia juga mengutip pesan dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 hingga 157 mengenai ujian, kesabaran, serta kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar.

Bagi jamaah yang hadir, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mendoakan keluarga Hamdi Noor, tetapi juga menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan saja.

Doa bersama diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menguatkan kepedulian masyarakat untuk saling membantu ketika musibah terjadi. (*Zar)



Pasang Iklan
Top