• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Industri film lokal mulai dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk unggulan daerah. Hal ini terlihat dalam produksi film komedi Kutai Kartanegara (Kukar) berjudul Kawa Hak, yang melibatkan brand kopi lokal Tegur Sapa dan Selkop sebagai bagian dari adegan cerita.

Pengambilan gambar yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif (ekraf), dengan mempertemukan pelaku perfilman dan usaha kuliner lokal di Tenggarong.

Melalui konsep ini, produk lokal tidak sekadar ditampilkan sebagai pelengkap visual, tetapi hadir secara alami dalam alur cerita. Salah satu adegan mengambil lokasi di tempat usaha kopi Selkop, sementara Tegur Sapa turut diperkenalkan melalui adegan dalam film.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, mengatakan kolaborasi tersebut membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya kreatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, film memiliki potensi lebih dari sekadar hiburan. Karya audiovisual juga dapat menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan identitas, produk, dan potensi ekonomi kreatif daerah.

“Ini salah satu cara untuk memperkenalkan brand kopi lokal yang ada di Tenggarong. Kita ingin film tidak hanya menjadi sebuah karya, tetapi juga menjadi lokomotif yang bisa memperkenalkan produk-produk lokal yang kita punya, khususnya produk yang bersinggungan langsung dengan subsektor ekraf,” ujarnya Kamis (15/10/2026).

Zikri menilai, sinergi antarpelaku ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar setiap subsektor dapat berkembang bersama. Pelaku film dapat memperoleh dukungan melalui keterlibatan usaha lokal, sementara pelaku usaha mendapatkan ruang promosi melalui karya yang diproduksi.

Ia berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif di Kukar berani membangun kolaborasi sekaligus mengangkat identitas daerah dalam karya mereka.


Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono, yang turut terlibat langsung dalam salah satu adegan film tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung produk daerah, termasuk Kopi Tegur Sapa, agar semakin dikenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Kukar.

Kolaborasi dalam film Kawa Hak ini menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat dipertemukan dengan potensi usaha lokal.

Melalui pendekatan tersebut, Dispar Kukar mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang saling terhubung, sehingga karya seni tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga membuka peluang promosi dan penguatan usaha lokal. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top