• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepolisian saat mengevakuasi korban, Rabu (14/10/2026).(Foto: Dimas)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kematian seorang balita berinisial RK (3) setelah terjatuh dari lantai lima Hotel Mesra Samarinda menyisakan sejumlah pertanyaan. Kepolisian kini menelusuri bagaimana korban bisa mencapai bagian luar bangunan hotel hingga mengalami insiden yang merenggut nyawanya.

Peristiwa tersebut terjadi di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (14/10/2026).

Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah keberadaan korban sebelum kejadian. Berdasarkan informasi awal, kedua orang tua RK diketahui tengah menikmati sarapan di restoran hotel, sementara anak mereka diduga berada tanpa pendampingan di kamar.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda Erry Irawan, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara terperinci bagaimana korban bisa terjatuh dari lantai lima.

"Benar, pada Rabu, (14/10/26), terjadi peristiwa seorang anak terjatuh dari lantai lima Hotel Mesra. Saat ini kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan," ujar Erry.

Menurutnya, polisi masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti agar mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan terjatuh.

Dari hasil pendalaman sementara, orang tua korban diketahui tidak berada bersama RK ketika insiden berlangsung.

"Saat kejadian, kedua orang tua korban berdasarkan informasi awal sedang berada di restoran untuk sarapan pagi," jelasnya.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah korban keluar dari kamar seorang diri maupun bagaimana akses menuju titik jatuh tersebut dapat dilalui.

Untuk mengungkap kejadian itu, Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama personel Polsek Samarinda Ulu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan turut dilakukan di kamar nomor 5101 yang ditempati korban bersama keluarganya selama menginap di hotel tersebut.

Sejumlah barang bukti juga telah diamankan guna membantu penyidik merekonstruksi rangkaian kejadian.

"Tim Inafis bersama kepolisian sudah melakukan olah TKP. Korban telah dibawa ke rumah sakit, sedangkan orang tuanya masih berada di sana. Setelah memungkinkan, kami akan meminta keterangan mereka untuk memperjelas kronologi," terangnya.

Sementara itu, pihak manajemen Hotel Mesra mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut.

Direktur Hotel Mesra, Saparudin, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya kejadian setelah mendengar suara kepanikan di lingkungan hotel sekitar pukul 09.30 WITA.

"Saya mengetahui kejadian itu sekitar pukul setengah sepuluh. Waktu itu sedang bersiap menghadiri undangan ulang tahun BPD, kemudian terdengar orang berteriak. Setelah keluar, baru saya mengetahui ada peristiwa tersebut," ungkapnya.

Dirinya membenarkan, RK bersama keluarganya merupakan tamu yang menginap di kamar nomor 5101, lantai lima.

Namun, pihak hotel masih mengumpulkan informasi mengenai identitas lengkap serta asal daerah keluarga korban.

Terkait sistem pengamanan, ia menyebut pihak hotel telah menyediakan sejumlah fasilitas keselamatan, termasuk pemasangan tanda peringatan agar anak-anak tetap berada dalam pengawasan orang dewasa.

Selain itu, akses pintu tertentu juga telah dilengkapi perangkat penutup otomatis atau door closer.

"Di sejumlah pagar maupun bagian belakang pintu sudah terdapat peringatan mengenai pengawasan anak. Untuk akses keluar, pintunya menggunakan sistem penutup otomatis sehingga seharusnya kembali tertutup setelah dibuka, kecuali ada yang menahannya," jelasnya.

Kendati demikian, keberadaan fasilitas tersebut belum menjawab bagaimana korban bisa mencapai area yang memungkinkan terjadinya insiden.

Pihak hotel juga belum dapat memastikan apakah terdapat persoalan pada akses bangunan maupun faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Ia menegaskan manajemen akan bersikap kooperatif terhadap proses penyelidikan kepolisian.

Pihaknya juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan hotel agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami harus mengetahui lebih dahulu penyebab pastinya. Setelah itu baru bisa dilihat bagian mana yang perlu diperbaiki. Tentunya evaluasi akan dilakukan ke depan," tukasnya.

Hotel Mesra sendiri merupakan salah satu penginapan yang telah lama beroperasi di Samarinda sejak 1976, dengan berbagai fasilitas seperti restoran, ruang pertemuan, hingga area rekreasi.

Hingga Rabu sore, penyebab pasti jatuhnya RK masih dalam penyelidikan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai jalur yang dilalui korban maupun kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi terhadap peristiwa tersebut.

Keterangan dari kedua orang tua korban dan pihak manajemen hotel menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian. (*Yud)



Pasang Iklan
Top