• Minggu, 25 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik meninjau langsung pelaksanaan PJJ di SMPN 1 Balikpapan, Rabu (14/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Balikpapan mulai diterapkan sebagai langkah perlindungan kesehatan siswa menyusul kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. Hasil pemantauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menunjukkan pelaksanaan PJJ di sejumlah sekolah berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, meninjau langsung pelaksanaan PJJ di tujuh sekolah pada hari Rabu (14/10/2026). Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMP Negeri 1 Balikpapan.

Irfan mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan guru tetap dapat menyampaikan materi pembelajaran dan siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah dengan baik.

“Semua berjalan dengan baik, tidak ada kendala teknis. Ibu guru mengajar, anak-anak kita juga belajar dari rumah dengan menggunakan seragam penuh, sama seperti ketika anak-anak mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujar Irfan.

Menurutnya, kebijakan PJJ diambil Pemerintah Kota Balikpapan berdasarkan surat edaran wali kota sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Pemerintah kota akan terus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara. Durasi PJJ tidak ditetapkan untuk jangka waktu tertentu, melainkan menyesuaikan kondisi lingkungan.

“Kita lihat perkembangannya selama tiga hari ini seperti apa. Mudah-mudahan kondisi udara terus membaik dan kita bisa kembali menjalankan pembelajaran tatap muka langsung,” jelasnya.

Irfan berharap pelaksanaan PJJ tidak mengalami kendala, baik dari sisi guru yang mengajar dari sekolah maupun siswa yang mengikuti pembelajaran dari rumah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan, Untung Wahyudi, menyebutkan sebanyak 1.236 peserta didik di sekolah tersebut mengikuti PJJ.

Ia menjelaskan, pihak sekolah langsung menyampaikan informasi kepada siswa dan orang tua setelah menerima surat edaran wali kota. Orang tua juga diminta membantu mengawasi anak selama proses pembelajaran berlangsung di rumah.

Menurut Untung, pelaksanaan PJJ sejauh ini berjalan lancar karena siswa telah terbiasa menggunakan perangkat digital untuk mendukung kegiatan belajar.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kendala teknis. Begitu ada edaran dari wali kota, kami langsung menyampaikan kepada siswa melalui orang tua bahwa pembelajaran jarak jauh akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh siswa memiliki gawai yang dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran daring. Dengan demikian, kegiatan belajar tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah.

Bahkan, durasi pembelajaran tetap mengikuti jadwal normal, tidak dipersingkat seperti penyesuaian waktu belajar yang pernah diterapkan sebelumnya.

“Semua siswa punya gadget, jadi tidak ada kendala. Jam belajarnya juga tetap normal,” katanya.

Di sisi lain, penerapan PJJ turut mempengaruhi distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Irfan menyampaikan, pengiriman makanan tidak dilakukan selama siswa belajar dari rumah.

Disdikbud telah berkoordinasi dengan pihak terkait sehari sebelum PJJ diterapkan. Koordinasi serupa akan kembali dilakukan menjelang siswa masuk sekolah untuk memastikan penyaluran MBG dapat berjalan kembali.

“Kami sudah koordinasi sehari sebelumnya. Begitu juga nanti sehari sebelum anak-anak masuk, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melanjutkan kembali,” pungkasnya. (Las)



Pasang Iklan
Top