• Senin, 02 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



‎Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Rabu (14/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎
‎‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melakukan langkah penanganan dan mitigasi setelah kebakaran melanda kawasan Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, pada Rabu (14/10/2026) dini hari.
‎
‎Musibah ini mengakibatkan 8 bangunan terdampak dan 2 anak meninggal dunia.
‎
‎Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi.

Ia mengaku prihatin karena kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga merenggut nyawa dua anak yang masih berusia 7 tahun dan 3 tahun.
‎
‎Ia mengatakan, pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban.

Orangtua kedua anak tersebut juga mengalami luka bakar serius dan menjalani penanganan medis di RSUD Aji Muhammad Parikesit.
‎
‎"Kami turut berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, apalagi sampai merenggut korban jiwa," ujar Aulia kepada KutaiRaya.com, Rabu (14/10/2026).
‎
‎Menurutnya, musibah kebakaran memang tidak dapat diprediksi sepenuhnya.

Namun, risiko dan dampaknya dapat ditekan melalui upaya mitigasi serta kewaspadaan bersama.
‎
Pemkab Kukar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran di lingkungan rumah masing-masing.
‎
‎Ia mengingatkan masyarakat agar memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum tidur.

Peralatan listrik yang tidak digunakan juga sebaiknya dimatikan dan tidak dibiarkan dalam kondisi terhubung dengan sumber listrik.
‎
‎Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya potensi kebakaran, terutama akibat kelalaian maupun gangguan kelistrikan.
‎
‎"Musibah memang tidak ada yang tahu, akan tetapi kita bisa melakukan mitigasi untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Pastikan api di dapur sudah padam ketika mau tidur dan listrik yang tidak dimanfaatkan bisa dimatikan," tuturnya.
‎
‎Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama agar memastikan kondisi kelistrikan dalam keadaan aman.

Jika memungkinkan, aliran listrik yang tidak diperlukan dapat dimatikan untuk mengurangi risiko terjadinya korsleting.
‎
‎Sementara itu, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Pemerintah menyiapkan strategi penanganan secara bertahap, mulai dari langkah jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.
‎
‎Untuk tahap awal, pemerintah memastikan aktivitas masyarakat terdampak tetap dapat berjalan semaksimal mungkin.

Kebutuhan dasar menjadi perhatian, termasuk kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak kebakaran.
‎
‎Ia mengemukakan, apabila perlengkapan sekolah seperti seragam maupun kebutuhan lainnya ikut terdampak akibat kebakaran, pemerintah akan berupaya membantu pemenuhannya.
‎
‎"Jangka pendek kita bagaimana warga masyarakat yang ada di sekitar itu tidak terhalang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kalau kebutuhan sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada, nanti kita upayakan untuk mengadakan dan lain sebagainya," katanya.
‎
‎Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk mengurangi beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
‎
‎Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk menjadikan kejadian ini sebagai pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pencegahan tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
‎
‎Dengan penguatan mitigasi, kewaspadaan lingkungan, serta penanganan pascabencana yang dilakukan secara bertahap, Pemkab Kukar berharap masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan dukungan dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top