• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan strategi pengembangan ekonomi kreatif pada 2027 dengan menjadikan subsektor film sebagai lokomotif untuk mendorong pertumbuhan subsektor lainnya. Strategi ini diarahkan untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif menembus pasar nasional hingga internasional.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif ke depan tidak hanya berorientasi pada produksi karya, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hal tersebut mencakup peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, subsektor unggulan ekonomi kreatif Kukar meliputi kriya, seni pertunjukan, dan kuliner. Sementara itu, film, musik, dan fotografi menjadi subsektor potensial yang akan terus dikembangkan.

“Subsektor film kami pilih sebagai lokomotif untuk menarik subsektor lainnya agar berkembang bersama. Film memiliki kekuatan visual dan cerita sehingga bisa menjadi media untuk memperkenalkan merek serta produk lokal Kukar secara lebih luas,” ujarnya Selasa (13/10/2026).

Melalui pendekatan tersebut, Dispar Kukar ingin memanfaatkan film sebagai sarana promosi kreatif yang mampu mempertemukan potensi daerah dengan peluang pasar yang lebih besar. Produk lokal tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat di daerah, tetapi juga didorong agar memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dispar Kukar menyiapkan sejumlah instrumen pengembangan pada 2027. Di antaranya dukungan program dedikasi sebesar Rp100 juta per komunitas, fasilitasi pembuatan akta secara gratis, produksi video promosi gratis, serta pembayaran honorarium bagi pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam kegiatan pertunjukan sesuai program bidang terkait.

Zikri menjelaskan, berbagai dukungan itu diharapkan menjadi insentif bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus menghasilkan karya sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Selain penguatan produksi dan promosi, Dispar Kukar juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha. Salah satu upaya yang dijajaki adalah kerja sama dengan PT Gania Bogatama terkait peluang pengiriman produk dalam kemasan ke pasar Afrika. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi subsektor lainnya dalam memperluas distribusi produk.

Di subsektor musik, Dispar Kukar berencana memperluas jaringan melalui kolaborasi dengan musisi dan pelaku industri musik, termasuk Ica dari Jikustik. Band-band lokal akan melalui proses kurasi sebelum berpeluang tampil di festival berskala nasional maupun internasional.

Program TIFAF pun direncanakan mengalami perubahan arah. Jika sebelumnya berfokus pada kunjungan ke destinasi wisata di luar daerah, ke depan program tersebut akan diarahkan untuk membuka akses bagi musisi Kukar ke berbagai panggung dan festival besar, seperti Pesta Pora dan Prambanan Jazz.

"Penjajakan jaringan dan kolaborasi dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 sebagai bagian dari persiapan program tahun berikutnya," jelasnya.

Meski demikian, tantangan anggaran masih menjadi perhatian. Dispar Kukar akan menindaklanjuti peluang kolaborasi pendanaan dengan perusahaan agar program tetap dapat berjalan di tengah kemungkinan rasionalisasi anggaran.

Melalui strategi tersebut, Dispar Kukar berharap ekonomi kreatif tidak hanya berkembang sebagai ruang berkarya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah yang mampu memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top