
Rapat Dengar Pendapat di Ruang Komisi I DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di kawasan Danau Aji, Jalan Alimudin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius DPRD Kukar.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan dalam evaluasi penanganan kebakaran tersebut adalah keterbatasan sumber air di kawasan permukiman padat.
Untuk mencari solusi, DPRD Kukar memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan), PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah pihak terkait, Senin (12/10/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal mengatakan, pertemuan tersebut digelar setelah pihaknya menerima masukan dari jajaran Damkarmatan mengenai berbagai kendala yang dihadapi saat menangani kebakaran di Danau Aji.
Salah satu persoalan yang perlu segera ditangani terpacu pada keterbatasan akses air, terutama di kawasan permukiman padat yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
"Teman-teman Damkar sudah memetakan zona-zona merah di Tenggarong. Namun, masih ada kendala di lapangan, termasuk penolakan masyarakat ketika akan dipasang tandon atau fasilitas penunjang jaringan air. Karena itu, camat, lurah, dan forum RT perlu ikut mengedukasi masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam RDP tersebut dibahas sejumlah langkah penanganan jangka pendek, mulai dari penambahan tandon air berkapasitas besar hingga pemasangan hidran di kawasan rawan kebakaran.
Ia menyebutkan, DPRD mendorong penambahan tandon dengan kapasitas sekitar 5.000 liter agar ketersediaan air dapat lebih terjamin ketika kebakaran terjadi.
Selain itu, PDAM diharapkan mendukung pembangunan jaringan air yang bisa menjangkau hingga gang-gang permukiman.
"Ketika kebakaran besar terjadi, kendalanya air cepat habis, sementara pengisian kembali membutuhkan waktu karena ada jaringan pipa yang ternyata tidak tersedia air. Ini yang harus kita benahi supaya penanganan kebakaran bisa lebih cepat," ujarnya.
Untuk kawasan Danau Aji, ia menyampaikan rencana pemasangan hidran di sejumlah titik.
Ia menyebutkan, dalam pembahasan awal terdapat usulan hingga sekitar 20 titik yang perlu disiapkan untuk mendukung aliran air di kawasan tersebut.
Selain penanganan jangka pendek, DPRD juga mendorong langkah jangka panjang.
Salah satunya meminta Perkim mengkaji kebutuhan penataan kawasan padat penduduk, tidak hanya di Danau Aji, tetapi juga di wilayah lain yang masuk kategori rawan kebakaran.
DPRD juga berencana membahas dukungan anggaran bersama pemerintah daerah agar setiap kelurahan dapat memiliki kendaraan operasional pengangkut air berkapasitas sekitar 1.500 hingga 3.000 liter.
Sehingga penanganan awal kebakaran diharapkan bisa dilakukan lebih cepat, sebelum api membesar.
Ia menegaskan, upaya mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh.
Kawasan rawan kebakaran tidak hanya berada di Tenggarong, tetapi juga tersebar di sejumlah kecamatan lain di Kukar.
"Kita berharap evaluasi ini tidak berhenti di Danau Aji saja. Penanganan kawasan rawan kebakaran perlu diperhatikan di seluruh kecamatan. Kita juga akan mengajak pihak perusahaan untuk ikut membantu melalui dukungan yang memungkinkan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani menyambut baik fasilitasi RDP tersebut.
Pihaknya menyampaikan berbagai kendala berdasarkan pengalaman penanganan kebakaran dan kebutuhan yang telah terdokumentasi.
Ia menegaskan, kebutuhan paling mendesak saat ini terlihat pada ketersediaan sumber air di kawasan Danau Aji.
Menurutnya, penambahan tandon menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan lebih cepat sembari menyiapkan infrastruktur jangka panjang.
"Kalau bicara kebutuhan jangka pendek, saya butuh air. Cara tercepat adalah menambah tandon. Untuk program jangka panjang tentu kita dukung, tetapi itu membutuhkan waktu. Sementara itu, kebutuhan air harus segera dipenuhi," tuturnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan awal Damkarmatan adalah 5 tandon berkapasitas 5.000 liter, tetapi yang terealisasi baru dua unit.
Ia berharap jumlah tersebut dapat kembali terpenuhi melalui dukungan berbagai pihak, termasuk kemungkinan bantuan dari anggota DPRD dan sumber pendanaan lainnya.
Selain tandon, pemasangan hidran juga menjadi kebutuhan penting.
Fida memperkirakan kawasan segitiga Danau Aji membutuhkan sekitar 12 hingga 13 titik hidran.
Untuk realisasinya, ini diperlukan koordinasi lebih lanjut mengenai lokasi pemasangan, kesiapan jaringan air dari PDAM, serta sumber pendanaan untuk pengadaan perangkat hidran.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat juga memegang peranan penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, berhati-hati terhadap potensi kebakaran, serta segera melaporkan kejadian agar petugas dapat bergerak lebih cepat.
"Peran serta masyarakat selalu kami harapkan, baik dari tingkat kewaspadaan maupun kecepatan pelaporan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kami bisa melakukan penanganan," ucapnya. (*Zar)