
Audiensi DAKUBA Samarinda bersama Wakil Walikota Samarinda, Saefudiin Zuhri. Senin (12/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Saefuddin Zuhri mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperkuat kontribusi sosial dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Kolaborasi antara ormas dan pemerintah dinilai penting untuk mendukung pembangunan Kota Samarinda.
Hal ini disampaikan Saefuddin saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Dayak Kutai Banjar (DAKUBA) Kota Samarinda di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Samarinda, lantai III.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Saefuddin mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilakukan DAKUBA, mulai dari donor darah, bantuan penanganan bencana, hingga keterlibatan dalam kegiatan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi warga, bukan sekadar menjadi wadah berkumpulnya anggota.
“Pemerintah tentu mengapresiasi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan sosial seperti donor darah dan membantu warga ketika terjadi bencana merupakan bentuk kontribusi nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujar Saefuddin.
Ia menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai organisasi yang memiliki komitmen untuk mendukung kepentingan masyarakat.
Karena itu, komunikasi dan koordinasi perlu terus dibangun agar program organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.
Saefuddin juga mengingatkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari kemampuan fisik anggotanya, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, gagasan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Organisasi harus mampu menunjukkan kapasitasnya melalui pemikiran, kemampuan sumber daya manusia, dan kegiatan yang positif. Dengan begitu, keberadaan organisasi benar-benar menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia turut mengajak seluruh ormas dan paguyuban di Samarinda untuk menjaga persatuan tanpa membedakan suku, budaya, maupun latar belakang.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat bersama demi menciptakan kota yang aman dan nyaman.
“Jangan sampai perbedaan menjadi penghalang untuk bekerja bersama. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kerukunan dan membangun Samarinda agar semakin maju,” tuturnya.
Selain mendorong penguatan kegiatan sosial, Saefuddin mengingatkan DAKUBA agar berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) apabila melakukan perubahan identitas maupun struktur organisasi.
Langkah ini diperlukan agar administrasi dan keberadaan organisasi tetap tercatat dengan baik.
“Kalau ada rencana perubahan nama atau identitas organisasi, silakan dikoordinasikan dengan Kesbangpol. Administrasinya perlu ditata dengan baik supaya keberadaan organisasi jelas dan kegiatan yang dijalankan dapat terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC DAKUBA Kota Samarinda, Muhammad alias Ahmad mengemukakan, kegiatan sosial menjadi salah satu fokus utama organisasinya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah donor darah setiap 3 bulan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Kami selama ini berupaya agar DAKUBA tidak hanya menjadi organisasi yang berkumpul untuk anggota, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan donor darah rutin,” ujar Ahmad.
Selain donor darah, DAKUBA turut berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana, mulai dari kebakaran, banjir, hingga tanah longsor.
Organisasi tersebut juga mengambil bagian dalam pengamanan kegiatan masyarakat, serta mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
Ahmad berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan melalui dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda.
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah diperlukan agar peran organisasi kemasyarakatan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
“Kami berharap Pemerintah Kota Samarinda bisa terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang kami jalankan. Kami ingin keberadaan DAKUBA benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, baik dalam kegiatan sosial maupun saat terjadi bencana,” katanya.
Di sisi lain, DAKUBA juga berencana memperluas jangkauan organisasi melalui perubahan identitas menjadi Pemuda Kerukunan Bangsa.
Rencana ini diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tanpa menghilangkan identitas DAKUBA yang telah melekat selama ini.
“Namun, nama DAKUBA tetap menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan kami. Prinsipnya, kami ingin terus menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tutur Ahmad.
Audiensi tersebut juga dihadiri Kepala Kesbangpol Kota Samarinda, Yosua Laden, serta anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Pertemuan ini diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, sekaligus mendorong kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Samarinda. (Abi)