
Kondisi Sampah yang berada di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Sebelum diangkut petugas, Sabtu (10/10/2026).(Foto: Warga)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Persoalan sampah berukuran besar yang sempat viral di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ternyata bukan satu-satunya.
Sejumlah titik lain di Tenggarong juga menghadapi persoalan serupa, sehingga kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sesuai jenisnya menjadi perhatian.
Tak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, pembuangan sampah yang tidak sesuai jenisnya juga berisiko membahayakan petugas kebersihan.
Salah satu persoalan yang sempat viral di media sosial terjadi di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, dengan temuan sampah spesifik berupa sofa dan kasur spring bed bekas.
Namun, masalah serupa ternyata juga ditemukan di sejumlah titik lain di wilayah Tenggarong.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa sampah spesifik tidak boleh dibuang begitu saja ke bak sampah biasa.
"Secara rutin kami terus mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Tenggarong, agar sampah spesifik jangan dibuang ke bak sampah karena tidak kami angkut. Sampah tersebut juga dilarang masuk ke TPA," ujar Tri Joko kepada KutaiRaya.com, usai rapat persiapan Hari Santri Nasional di Kantor Kemenag Kukar, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, sampah berupa perabot rumah tangga berukuran besar, seperti sofa dan spring bed bekas, membutuhkan penanganan tersendiri.
Sampah tersebut tidak bisa diperlakukan sama dengan sampah rumah tangga sehari-hari.
Sampah di Jalan Maduningrat itu akhirnya telah diangkut dan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Meskipun demikian, ia menegaskan, masyarakat sebaiknya menggunakan layanan penjemputan sampah spesifik melalui inovasi Laju Samsik yang disediakan DLHK Kukar.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan petugas di lapangan.
Ia mengemukakan, salah seorang petugas DLHK Kukar pernah mengalami luka robek pada tangan hingga harus mendapatkan jahitan, setelah terkena pecahan kaca dari sampah yang dibuang tidak sesuai ketentuan.
"Hal seperti ini perlu menjadi kesadaran kita bersama. Jangan membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan risiko yang dihadapi petugas kami di lapangan," tuturnya.
Ia menyebutkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan camat, lurah, dan ketua RT untuk menangani sejumlah titik yang menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di Tenggarong.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas untuk membersihkan lingkungan, tetapi turut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan masing-masing.
Warga diimbau membuang sampah pada tempatnya, sesuai jenisnya, serta mengikuti waktu pembuangan yang telah ditentukan.
Dengan kebiasaan ini, persoalan sampah di lingkungan permukiman diharapkan dapat dikurangi dan keselamatan petugas kebersihan lebih terjaga.
"Ini membutuhkan kesadaran bersama agar pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang beraktivitas di sekitar Jalan Maduningrat, Ramlah menuturkan, keberadaan sampah sofa dan spring bed bekas di lokasi tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat sebelumnya.
Menurutnya, tumpukan sampah berukuran besar itu membuat pemandangan di sekitar lokasi menjadi kurang nyaman dan dikhawatirkan mengganggu warga yang melintas maupun beraktivitas di sekitarnya.
"Memang kemarin sempat ada kejadian sampah spring bed di sini. Menurut saya dan teman-teman, itu cukup mengganggu karena dari segi pemandangan saja sudah tidak enak dilihat dan bisa mengganggu masyarakat lain," ujarnya.
Ia mengatakan, setelah kejadian tersebut, petugas datang untuk membersihkan dan mengangkut sampah yang berada di lokasi.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.
"Kesadaran masyarakat juga penting, bukan hanya dari dinas saja. Semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini," ucapnya.
Beberapa waktu sebelumnya, ia pernah menyaksikan kejadian hal yang sama, sampah-sampah yang berukuran lumayan besar, seperti TV. (*Zar)