
Rapat Persiapan Hari Santri Nasional di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kukar, Senin (12/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyatakan dukungan terhadap persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober mendatang.
Hal ini disampaikan pada rapat persiapan Hari Santri Nasional di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kukar, Senin (12/10/2026).
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyukseskan kegiatan yang melibatkan pondok pesantren dan kalangan santri di Kukar.
Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kukar, Sunarto mengatakan, pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Hari Santri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kalangan santri.
"Kami mendukung penuh acara Hari Santri seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses, baik, dan lancar," ujar Sunarto usai rapat.
Ia menjelaskan, dalam rapat persiapan tersebut terdapat sejumlah hal yang dibahas, termasuk kebutuhan anggaran dan dukungan pelaksanaan kegiatan.
Hasil pembahasan nantinya akan disampaikan kepada Kepala Bagian Kesra untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kebutuhan kegiatan.
Sunarto hadir mewakili Kabag Kesra yang berhalangan mengikuti rapat karena menghadiri kegiatan lain.
Meskipun demikian, ia menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peringatan Hari Santri tetap menjadi perhatian.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak penyelenggara diperlukan agar persiapan dapat dilakukan dengan baik.
Dengan komunikasi yang berjalan, kebutuhan kegiatan diharapkan dapat dibahas dan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, Ariyadi mengemukakan, berdasarkan hasil rapat, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Untuk lokasi pelaksanaan, pihaknya masih mempertimbangkan tempat yang digunakan pada tahun sebelumnya.
Keputusan mengenai lokasi akan dibahas lebih lanjut seiring dengan pematangan persiapan teknis bersama pihak terkait.
"Teman-teman OPD tadi menyampaikan dukungan dan siap bekerja sama dengan baik, seperti tahun sebelumnya. Nantinya, kami juga akan mengadakan rapat lanjutan dan kemungkinan melibatkan Bupati," kata Ariyadi.
Ia menambahkan, persiapan masih akan dimatangkan sebelum disampaikan lebih lanjut kepada Bupati Kukar.
Sejumlah kebutuhan teknis menjadi perhatian, termasuk penentuan lokasi, kondisi cuaca, serta dukungan dari instansi terkait untuk menunjang kelancaran acara.
Ia menjelaskan, sasaran utama peringatan Hari Santri adalah pondok pesantren di seluruh wilayah Kukar.
Hal ini sejalan dengan tujuan peringatan Hari Santri yang memberikan ruang bagi kalangan santri untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dari sisi jumlah peserta, panitia memperkirakan kehadiran lebih dari 3.000 orang, atau kurang lebih sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut masih berupa perkiraan dan akan disesuaikan dengan perkembangan persiapan. (Adv/Zar)