• Sabtu, 10 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong komunitas Stand Up Comedy Tenggarong untuk terus mengembangkan kreativitas dan memperkuat kualitas materi komedi. Upaya ini dilakukan agar para komika lokal semakin percaya diri tampil di hadapan publik dengan beragam latar belakang usia.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan, komunitas Stand Up Comedy Tenggarong masih membutuhkan proses pembinaan, terutama dalam menggali ide dan menyusun materi komedi yang kuat.

Menurutnya, materi merupakan unsur utama dalam pertunjukan stand up comedy. Karena itu, para komika perlu terus berlatih mengeksplorasi ide, mengasah kemampuan menulis materi, serta membangun karakter komedi masing-masing.

“Untuk saat ini, mereka masih belum berani mengeksplorasi ide dan menyusun materi yang benar-benar solid. Karena itu, kami juga meminta dukungan teman-teman Stand Up Comedy Samarinda untuk datang dan membantu memberikan semangat kepada komunitas di Tenggarong,” ujarnya.

Zikri menjelaskan, dukungan tersebut terlihat dari kehadiran sekitar delapan komika dari Samarinda yang turut memberikan dukungan kepada komunitas Stand Up Comedy Tenggarong. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar sekaligus memperluas pengalaman para komika lokal.

Ia menyebutkan, komunitas Stand Up Comedy Tenggarong pada awalnya memiliki sekitar delapan anggota. Namun, seiring berjalannya waktu dan kesibukan masing-masing, saat ini terdapat sekitar empat orang yang masih aktif secara konsisten.

Dispar Kukar juga membuka peluang untuk mendorong pengembangan komunitas melalui sejumlah skema pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan para komika.

Meski demikian, Zikri menilai penguatan materi perlu menjadi perhatian utama sebelum para komika tampil di panggung dengan audiens yang lebih beragam.

Ia mencontohkan, penampilan di kawasan Simpang Odah Etam memiliki tantangan tersendiri karena penontonnya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi tersebut menuntut komika lebih cermat dalam memilih materi dan membangun humor yang dapat diterima oleh audiens.

“Materi yang dibawakan tentu harus menyesuaikan penonton. Audiensnya beragam, ada anak-anak hingga orang tua, sehingga pendekatan humornya juga berbeda. Mereka perlu memahami karakter penonton dan tidak bisa sembarangan membawakan materi,” jelasnya.

Melalui pembinaan dan kolaborasi antarkomunitas, Dispar Kukar berharap Stand Up Comedy Tenggarong dapat terus berkembang, melahirkan komika lokal yang kreatif, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top