• Jum'at, 09 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji pada saat peninjauan lokasi kebakaran, Kamis (8/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)

‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berencana memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk, khususnya melalui pemenuhan kebutuhan air di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
‎
‎Evaluasi ini dilakukan setelah kebakaran besar di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, yang berdampak pada puluhan rumah warga.
‎
‎Pemerintah daerah menilai ketersediaan sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mempercepat penanganan, apabila kebakaran kembali terjadi.
‎
‎Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan anggaran program dana Rukun Tetangga (RT) pada 2027.
‎
‎Program ini juga akan dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan setiap RT, termasuk penyediaan akses air bagi penanganan kebakaran sesuai kondisi wilayah masing-masing.
‎
‎Menurutnya, kawasan padat penduduk di Tenggarong perlu mendapat perhatian khusus, terutama di lingkungan yang memiliki akses jalan sempit sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
‎
‎"Kita berkomitmen bahwa dana RT tahun depan tidak kita kurangi. Salah satu penguatannya adalah bagaimana memastikan ketersediaan air di setiap sudut permukiman yang sulit dijangkau kendaraan, termasuk pemetaan sistem pengairan untuk mengatasi kebakaran," ujar Aulia, Kamis (8/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, kebutuhan setiap RT tidak selalu sama.

Maka itu, pemerintah akan melihat kondisi dan persoalan yang dihadapi masing-masing lingkungan sebelum menentukan bentuk penanganannya.
‎
‎Apabila kebutuhan penyediaan air atau sarana pendukung penanganan kebakaran dapat ditangani melalui dana RT, pemerintah akan berupaya mengoptimalkan pembiayaan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus mendukung petugas pemadam kebakaran ketika menghadapi keadaan darurat di kawasan permukiman.
‎
‎Ia menambahkan, proses pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Dukungan komunitas dan kepedulian antarmasyarakat juga diperlukan agar warga yang terdampak tidak menghadapi kesulitan sendirian setelah bencana.
‎
‎Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan rencana dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk meningkatkan ketersediaan sumber air di kawasan permukiman padat melalui pembangunan sejumlah sumur bor.
‎
‎Menurutnya, keberadaan sumber air di lingkungan permukiman diharapkan membantu masyarakat dan petugas melakukan penanganan lebih cepat ketika kebakaran terjadi.
‎
‎"Rencananya kita akan memasang beberapa sumur bor di permukiman padat, sehingga ketika terjadi kebakaran, kita bisa segera mengantisipasinya," ucap Seno usai peninjauan, Kamis (8/10/2026).
‎
‎Ia menyampakan realisasi rencana tersebut akan dilakukan pada saat pembangunan nanti. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top