
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, saat menghadiri Dies Natalis ke-12 ITK di Gedung Laboratorium Terpadu 1 ITK, Balikpapan, Kamis (8/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Institut Teknologi Kalimantan (ITK) didorong berkembang menjadi Center of Excellence atau pusat unggulan pengembangan teknologi dan inovasi di Kalimantan. Penguatan tersebut dinilai penting, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan kawasan yang terus berkembang.
Dorongan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, saat menghadiri Dies Natalis ke-12 ITK di Gedung Laboratorium Terpadu 1 ITK, Balikpapan, Kamis (8/10/2026).
AHY sapaan akrab Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, ITK memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang menguasai bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sekaligus memiliki kompetensi dan integritas.
“Yang tentunya kita harapkan bisa menjadi Center of Excellence berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi dan mencetak generasi penerus bangsa terutama di bidang STEM,” kata AHY.
Menurut AHY, ITK sejak awal digagas untuk memperkuat pendidikan dan riset di bidang teknologi. Kampus tersebut didirikan pada 2014 bersamaan dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebagai bagian dari upaya memperkuat pilar teknologi dalam transformasi bangsa.
Ia menilai keberadaan perguruan tinggi teknologi semakin penting bagi Kalimantan Timur yang memiliki kekayaan sumber daya alam, sekaligus menghadapi perubahan besar dalam pembangunan kawasan.
Kekayaan sumber daya alam, kata AHY, harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kita bersyukur berada di sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam, tetapi pada akhirnya semua itu perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi tapi juga punya integritas,” ujarnya.
AHY menekankan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur. Jalan, jembatan, perumahan, air bersih hingga konektivitas antarwilayah menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
Namun, pembangunan fisik tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, AHY mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perguruan tinggi agar pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan.
Momentum Dies Natalis ke-12 ITK juga ditandai dengan peluncuran simbolis ITX, konsorsium empat institut teknologi negeri, yakni ITK, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan ITERA.
Peresmian dilakukan Menko AHY didampingi jajaran pimpinan perguruan tinggi tersebut serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
ITX dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, hilirisasi inovasi serta hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri.
Melalui konsorsium tersebut, hasil penelitian kampus diharapkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Masing-masing perguruan tinggi dalam ITX akan mengembangkan fokus sesuai keunggulan dan karakter wilayahnya.
ITB diarahkan pada advanced manufacturing, energi baru dan semikonduktor melalui Bandung Tech Valley. ITS mengambil fokus pada otomasi industri, robotika dan kendaraan listrik melalui Maritime & Automation Hub.
Sementara ITERA diarahkan memperkuat energi terbarukan, agroindustri dan bioekonomi melalui Sumatera Energy & Bioindustry Park.
Adapun ITK mengambil posisi dalam pengembangan teknologi pesisir, perikanan digital dan energi maritim melalui konsep Kalimantan Pesisir Tech Hub.
Fokus tersebut dinilai sejalan dengan karakter Kalimantan yang memiliki wilayah pesisir luas serta potensi kelautan dan maritim.
Konsorsium ITX menargetkan pembangunan empat pusat pengembangan teknologi hingga mencapai tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 8–9 atau tahap menuju komersialisasi.
Selain itu, ITX menargetkan pengembangan 150 produk teknologi siap pasar, melahirkan 20 perusahaan rintisan berbasis deep-tech, serta memberikan pelatihan dan sertifikasi industri kepada 5.000 sumber daya manusia bidang teknologi.
ITX juga menyiapkan InnoHub ITX, platform digital yang dirancang mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan peluang investasi.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas
Ia bahkan mengajak anak-anak Kaltim memanfaatkan keberadaan ITK sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan.
Rudy berharap jumlah mahasiswa ITK terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi.
Saat ini, berdasarkan data yang ditampilkan ITK, kampus tersebut memiliki ribuan mahasiswa aktif, ratusan dosen dan tenaga kependidikan, serta 27 program studi.
Penguatan ITK dinilai semakin relevan seiring perkembangan Kalimantan Timur yang menghadapi berbagai agenda strategis, mulai dari pembangunan Ibu Kota Nusantara, pengembangan industri, hilirisasi, transisi energi hingga pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Memasuki usia ke-12, ITK pun diarahkan tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga pusat pengetahuan, inovasi, kewirausahaan dan penyedia solusi teknologi bagi Kalimantan.
Kolaborasi melalui ITX menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jejaring tersebut sehingga riset dari empat institut teknologi dapat saling terhubung dan diarahkan pada kebutuhan industri serta pembangunan.
Rangkaian Dies Natalis ke-12 ITK ditutup dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap kontribusi dan pencapaian sivitas akademika sekaligus penanda perjalanan ITK dalam memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset dan inovasi teknologi di Kalimantan. (Las)