
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengunjungi sebuah posko yang terdapat anak-anak tengah menggambar, Kamis (8/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bergerak cepat memberikan pendampingan kepada anak-anak terdampak kebakaran di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap dampak psikologis yang dirasakan anak-anak setelah mengalami peristiwa kebakaran beberapa hari lalu.
Salah satunya melalui kegiatan bermain dan menggambar yang dirancang untuk membantu anak mengurangi rasa takut dan trauma akibat kejadian tersebut.
Kegiatan menggambar tersebut dilakukan di posko bantuan lapangan voli, Kamis (8/10/2026).
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan setelah pihaknya meminta jajaran untuk melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang berada di lokasi terdampak kebakaran.
Menurutnya, perhatian terhadap kondisi psikologis anak menjadi penting karena trauma yang tidak segera ditangani dapat berdampak dalam jangka panjang.
"Ini bentuk respons kita terhadap kebakaran beberapa hari lalu. Setelah kebakaran, saya minta teman-teman untuk menyisir karena biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi," ujar Syafliansyah.
Melalui kegiatan yang dikemas dengan suasana bermain, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka secara lebih bebas.
Pemerintah juga menyiapkan alat tulis untuk mendukung kegiatan menggambar.
Ia menjelaskan, menggambar menjadi salah satu cara yang digunakan untuk membantu anak melepaskan ingatan dan pengalaman yang mereka alami saat kebakaran.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi dari anak-anak.
Sekitar 50 anak dari jenjang TK hingga SD mengikuti kegiatan tersebut.
Bahkan, lokasi kegiatan sempat penuh karena banyak anak yang ingin ikut bermain dan menggambar.
Selain memberikan pendampingan kepada anak, DP3A Kukar juga mengedukasi para orangtua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, setelah mengalami peristiwa traumatis.
Orangtua diminta memperhatikan apabila anak yang sebelumnya ceria berubah menjadi lebih banyak diam, murung, atau menunjukkan perubahan perilaku lainnya.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian agar anak dapat segera memperoleh pendampingan yang sesuai.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi juga memastikan proses pemulihan masyarakat, termasuk anak-anak, dapat berjalan dengan baik.
Ia menyebutkan, kegiatan serupa akan kembali dijadwalkan apabila kondisi anak-anak dan kebutuhan di lapangan menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan.
Hal ini juga menjadi bagian dari evaluasi DP3A setelah kegiatan pertama dilaksanakan.
"Kita lakukan sebagai bagian dari tugas kita, supaya anak-anak kita tidak mengalami trauma berkepanjangan," tuturnya.
Ia berharap melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, anak-anak terdampak kebakaran dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal, ceria, dan berani beraktivitas seperti sebelumnya.
"Harapannya mudah-mudahan anak-anak hilang traumanya. Kita ingin anak-anak kita ceria kembali, ketawa kembali, dan bisa melupakan peristiwa yang kemarin," ucapnya. (Adv/Zar)