
Rapat Koordinasi di Kantor Bupati Kukar, Kamis (8/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui rapat koordinasi (rakor), berbagai persiapan kembali dimatangkan untuk memastikan pelaksanaan MTQ berjalan lancar, Kamis (8/10/2026) di Kantor Bupati Kukar.
Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kukar, Dafip Haryanto mengatakan, rakor dilakukan untuk memastikan kembali berbagai jadwal dan pembagian tugas panitia, khususnya bidang tiga yang menangani sejumlah kebutuhan teknis kegiatan.
Bidang tersebut meliputi seksi acara, liaison officer (LO), publikasi dan dokumentasi, serta seksi pameran dan pawai taaruf.
"Jadi tadi kita memastikan kembali koordinasi dengan panitia daerah untuk acara atau kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidang tiga," ujar Dafip.
Menurutnya, sejumlah penyesuaian masih dilakukan setelah adanya koordinasi antara Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar dengan LPTQ Provinsi Kaltim.
Penyesuaian itu antara lain berkaitan dengan pawai taaruf, lokasi pelantikan dewan hakim hingga pelaksanaan kegiatan terkait dewan hakim.
Pemkab Kukar memastikan setiap perubahan tersebut segera dikoordinasikan dengan seksi acara agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.
Informasi terbaru juga akan disampaikan kepada dewan hakim dan seluruh kafilah kabupaten kota yang akan mengikuti MTQ.
Ia menyebutkan, secara umum kesiapan Kukar sebagai tuan rumah saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Pemerintah daerah bersama LPTQ Kukar masih melakukan sejumlah penyesuaian dengan panitia dan LPTQ Provinsi Kaltim.
"Insyaallah sudah siap, tinggal beberapa penyesuaian dengan LPTQ Provinsi terhadap kegiatan yang harus kita lakukan," ucapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan MTQ, Pemkab Kukar telah menyiapkan sebanyak 12 arena.
Namun, ada satu lokasi yang masih perlu difinalisasi karena berkaitan dengan proses rehabilitasi gedung serbaguna.
Pemerintah juga telah menyiapkan alternatif lokasi apabila arena tersebut belum dapat digunakan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah Pendopo Bupati Kukar.
Selanjutnya, LPTQ Kukar akan berkoordinasi dengan Bagian Umum dan Sekretaris Daerah selaku pengelola kompleks Kantor Bupati terkait penggunaan lokasi tersebut.
Pemkab Kukar juga akan mengundang kepala perangkat daerah yang wilayah atau fasilitasnya ditunjuk menjadi arena pelaksanaan MTQ untuk memastikan kesiapan masing-masing lokasi.
Selain arena pertandingan, pemerintah juga mematangkan kesiapan kafilah.
LO nantinya menjadi penghubung antara panitia daerah dengan masing-masing kafilah kabupaten/kota, termasuk terkait pemondokan, konsumsi, transportasi dan kebutuhan lainnya.
Pemkab Kukar telah menyiapkan daftar hotel, homestay serta pilihan tempat penginapan yang dapat digunakan kafilah.
Sedangkan untuk konsumsi, masing-masing kafilah dapat memilih penyedia katering sesuai kebutuhan.
Rangkaian MTQ tingkat Provinsi Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 11 Desember 2026, dengan kedatangan kafilah mulai 2 Desember dan kepulangan pada 12 Desember.
Sementara puncak kegiatan dijadwalkan pada 5 Desember.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan pelaksanaan MTQ diperkirakan mencapai sekitar Rp 7-8 miliar.
Pemkab Kukar juga membuka ruang partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui dukungan sponsor.
"Harapannya nanti masih ada partisipasi dari masyarakat, perusahaan, dan sponsor-sponsor. Kita butuh itu sebenarnya," tuturnya. (Adv/Zar)