• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dharmawan.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan berdasarkan laporan event organizer (EO) yang ditugaskan dalam pelaksanaan Erau 2026, tercatat sebanyak 172.134 kunjungan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Angka tersebut masih akan dibandingkan dengan data dari sejumlah penyedia layanan telekomunikasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai mobilitas pengunjung selama Erau.

“Kalau dari target Kementerian Pariwisata 40 ribu orang, sepertinya kita sudah melampaui. Dari laporan sementara, jumlah pengunjung mencapai 172.134 orang,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (8/10/2026).

Selain mendatangkan pengunjung, pelaksanaan Erau juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Agus menyebut, transaksi yang tercatat dari kawasan Expo Erau mencapai sekitar Rp7,161 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas 284 UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, jika dihitung dengan aktivitas ekonomi di kawasan lain, termasuk UMKM yang berjualan di sekitar Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, total perputaran uang selama pelaksanaan Erau diperkirakan mencapai sekitar Rp13 miliar.

“Di Expo sendiri nilai transaksinya sekitar Rp7,161 miliar dari 284 UMKM yang terlibat. Kalau ditotal dengan aktivitas UMKM di depan Kedaton dan lokasi lainnya, perputaran uang diperkirakan sekitar Rp13 miliar,” jelasnya.

Dampak ekonomi juga terlihat dari tingkat keterisian akomodasi. Dispar Kukar mencatat terdapat sekitar 16 hotel dan penginapan yang menjadi bagian dari akomodasi pengunjung selama pelaksanaan Erau. Bahkan, menjelang malam penutupan, seluruh kamar penginapan yang tersedia dilaporkan telah terisi.

“Pada saat penutupan, Sabtu malam Minggu, penginapan sudah penuh. Semua kamar terjual,” katanya.

Meski demikian, Dispar Kukar masih menunggu data pergerakan masyarakat dari sejumlah operator telekomunikasi, di antaranya Telkomsel dan XL. Data tersebut diperlukan untuk melihat pola kunjungan secara lebih detail, termasuk membedakan wisatawan yang menginap di Kukar dengan pengunjung yang datang dan kembali pada hari yang sama.

Agus mengatakan, data dari provider tersebut masih menunggu persetujuan dari kantor pusat masing-masing perusahaan di Jakarta sehingga belum dapat dikeluarkan secara langsung.

“Kami masih menunggu data dari provider. Mereka tidak bisa serta-merta mengeluarkan data tanpa persetujuan dari pusat di Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, kepadatan penginapan pada malam terakhir Erau menjadi salah satu indikasi adanya wisatawan yang memilih tinggal lebih lama di Kukar. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan dampak penyelenggaraan event terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Agus menilai pelaksanaan Erau 2026 memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama di tengah kondisi fiskal yang masih terbatas.

“Alhamdulillah, sangat berdampak. Walaupun kita dalam kondisi keuangan seperti ini, paling tidak masih ada masyarakat yang berbelanja dan perputaran uangnya juga terjadi di tempat kita sendiri,” pungkasnya. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top