
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Senin (5/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong setiap desa memiliki produk yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Upaya ini dilakukan melalui program One Village One Product (OVOP) yang diarahkan untuk diterapkan secara bertahap di seluruh desa di Kukar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong potensi ekonomi yang ada di masing-masing desa agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap desa memiliki potensi yang berbeda, baik dari sektor UMKM, pertanian, perkebunan, perikanan maupun bidang lainnya.
Potensi ini perlu dikembangkan menjadi produk unggulan sehingga tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
"Bagaimana kita akan mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan," ujar Arianto kepada KutaiRaya.com, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan, konsep tersebut mulai mendapat respons melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Kembang Janggut.
Kegiatan itu melibatkan pemerintah kecamatan, sejumlah pihak ketiga atau perusahaan, koperasi, serta pelaku UMKM di wilayah setempat.
Kembang Janggut menjadi wilayah yang mengawali konsep pengembangan produk dan industri berbasis potensi lokal melalui program One District One Industry atau satu kecamatan satu industri.
Program tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan OVOP yang menyasar potensi di tingkat desa.
Pemkab Kukar melalui DPMD melihat kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, koperasi dan UMKM sebagai bagian penting dalam menjalankan program tersebut.
Dengan adanya kerja sama ini, produk yang dihasilkan masyarakat dapat dibina dan dikembangkan secara lebih terarah.
Tidak hanya berhenti di Kembang Janggut, pemerintah daerah memastikan konsep pengembangan produk unggulan tersebut akan terus didorong ke wilayah lainnya.
Ia menyebutkan, program tersebut akan diarahkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kukar, mencakup 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan.
Dengan cakupan tersebut, pemerintah ingin agar pengembangan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Setiap desa diharapkan mampu menggali potensi lokal masing-masing dan mengubahnya menjadi produk yang memiliki daya saing.
DPMD Kukar akan terus mendorong pemerintah desa agar aktif melihat potensi yang dimiliki wilayahnya.
Keberadaan UMKM dan BUMDes diharapkan menjadi penggerak utama dalam menghasilkan, serta mengembangkan produk unggulan desa.
Program OVOP ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari tingkat desa.
Pemerintah berharap semakin banyak produk lokal yang mampu berkembang, dikenal lebih luas dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (Adv/Zar)