
Ira bersama tim teman jalan kamu saat mengkonsepkan lebih matang program dan destinasi di Samarinda.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Mengenal Samarinda kini tak melulu harus lewat perjalanan wisata yang formal. Ada cara berbeda yang ditawarkan anak muda untuk menemani pendatang menjelajahi Kota Tepian, mulai mengunjungi destinasi wisata, berburu kuliner, nongkrong, hingga mencari oleh-oleh khas daerah.
Konsep tersebut diperkenalkan Ira Nasir melalui Teman Jalan Kamu (TJK) dengan akun Instagram @tjk_made. Mengusung pendekatan yang lebih dekat dengan gaya Generasi Z (Gen Z), TJK mencoba menghadirkan pendamping perjalanan yang lebih santai dan fleksibel bagi masyarakat dari luar daerah yang sedang berada di Samarinda.
Founder Teman Jalan Kamu, Ira Nasir mengatakan, ide tersebut berangkat dari keinginan memberikan pengalaman berbeda kepada pendatang yang ingin mengenal Samarinda tetapi belum mengetahui tempat-tempat yang bisa dikunjungi.
“Kadang orang datang ke Samarinda bingung mau ke mana, nongkrong di mana, atau mencari oleh-oleh di mana. Dari situ kami ingin hadir sebagai teman jalan. Jadi konsepnya lebih santai, seperti punya teman lokal yang menemani mengenal Samarinda,” kata Ira, Rabu (7/10/26).
Menurutnya, konsep tour guide ala Gen Z tersebut tidak hanya berorientasi mengantarkan pengunjung ke objek wisata. Pendamping juga dapat membantu menentukan tempat nongkrong hingga lokasi berburu buah tangan sesuai keinginan orang yang menggunakan jasa tersebut.
Dengan konsep itu, wisatawan diharapkan tidak sekadar datang dan melihat destinasi, tetapi juga bisa merasakan suasana Samarinda dari sudut pandang anak muda lokal.
“Kami ingin orang yang datang merasa nyaman dan tidak bingung ketika berada di Samarinda. Mau wisata, cari makanan, nongkrong atau cari oleh-oleh bisa ditemani. Yang penting mereka bisa menikmati waktunya dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan tentang Samarinda,” ujarnya.
Meski dikemas santai, Ira menegaskan ada batasan yang diterapkan agar menjaga keamanan dan kenyamanan kedua belah pihak.
Pendamping Teman Jalan Kamu, hanya menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan perjalanan dan kunjungan ke tempat-tempat publik. TJK tidak melayani permintaan menuju lokasi gelap atau sepi maupun menemani pengguna jasa ke kamar atau ruang privat.
“Dari awal harus jelas batasannya. Kami hanya menemani jalan dan aktivitas di tempat yang wajar serta terbuka. Tidak ke tempat gelap, tidak masuk kamar atau aktivitas yang sifatnya privat. Keamanan dan kenyamanan teman jalan maupun orang yang ditemani harus sama-sama dijaga,” tegasnya.
Ia menilai batasan tersebut penting karena konsep yang dibangun TJK mengandalkan kepercayaan. Terlebih, pendamping dan pengguna jasa bisa saja baru pertama kali bertemu.
Karena itu, menjadi “teman jalan” menurut Ira tidak cukup hanya mengetahui lokasi wisata atau tempat nongkrong yang sedang populer.
Setidaknya terdapat tiga kemampuan yang harus dimiliki, yakni skill, relasi, dan mental.
Pendamping harus mampu berkomunikasi dan membaca situasi agar perjalanan tidak terasa kaku. Relasi juga dibutuhkan agar memperluas pengetahuan mengenai tempat-tempat menarik di Samarinda, sementara kesiapan mental diperlukan karena mereka akan berhadapan dengan orang yang memiliki karakter berbeda-beda.
“Teman jalan itu bukan sekadar tahu lokasi lalu mengantar. Kita harus punya kemampuan komunikasi, relasi, dan mental. Kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda, jadi harus tahu bagaimana membangun suasana supaya orang yang kita temani tetap nyaman dan mood-nya terjaga,” jelasnya.
Ke depan, Ira ingin konsep Teman Jalan Kamu berkembang lebih profesional dan turut mengambil bagian dalam memperkenalkan potensi pariwisata Samarinda kepada masyarakat luar daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, TJK berencana membangun komunikasi dengan Dinas Pariwisata agar mendapatkan arahan dan pembinaan, terutama terkait standar pelayanan, pengetahuan destinasi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata.
“Kami sadar masih perlu banyak belajar. Karena itu, ke depan kami ingin berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata supaya mendapat bimbingan dan bisa berkembang lebih profesional. Harapannya, anak-anak muda juga bisa ikut mengambil peran memperkenalkan Samarinda dengan cara yang kreatif,” tuturnya.
Ia berharap Teman Jalan Kamu nantinya tidak hanya menjadi jasa pendamping perjalanan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda Samarinda agar ikut mempromosikan wajah kota melalui pengalaman yang lebih personal.
“Anak muda sebenarnya punya banyak cara untuk ikut mempromosikan daerah. Tidak harus selalu melalui kegiatan besar. Dengan menjadi teman yang baik bagi orang yang datang, mengenalkan tempat wisata, kuliner dan produk lokal, itu juga bagian dari memperkenalkan Samarinda,” pungkasnya. (*Yud)