• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret wilayah Kota Samarinda, Kecamatan Loa Bakung berawan tebal. Senin (05/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda.

Kondisi ini bersamaan dengan penurunan kualitas udara yang terpantau sejak Sabtu sore dan masih berada pada kategori tidak sehat hingga Minggu siang.

Prakirawan BMKG Samarinda, Muhammad Abil Nurjani mengatakan, kondisi cuaca di Samarinda pada Minggu didominasi awan tebal.

Situasi tersebut membuat kabut asap masih terlihat menyelimuti wilayah perkotaan.

Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan hanya kondisi langit yang tampak berkabut, tetapi juga kualitas udara yang mengalami penurunan cukup signifikan.

“Terkait kualitas udara sendiri secara data sejak hari Sabtu (3/10/2026) pukul 18.00 WITA sore itu sudah menunjukkan kualitas udara kategori tidak sehat,” ujar Abil.

Abil menyebutkan kondisi tersebut masih bertahan hingga Minggu.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara belum menunjukkan perbaikan berarti hingga pukul 15.00 WITA.

“Udaranya memburuk sampai hari Minggu 4 Oktober 2026 pukul 15.00 WITA,” tuturnya.

Kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan juga dinilai belum banyak membantu mengurangi konsentrasi asap.

BMKG memprakirakan cuaca Samarinda masih cenderung berawan hingga Kamis (8/10/2026).

Dengan kondisi ini, kabut asap diperkirakan masih berpotensi bertahan apabila belum terjadi hujan yang cukup untuk membantu membersihkan partikel di udara.

Kendati demikian, Abil mengatakan, hujan dapat menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki kualitas udara di Samarinda.

Air hujan dapat membantu mengurangi partikel asap yang berada di atmosfer.

“Nah, nanti misalnya ada hujan, itu kualitas udara mungkin bisa lebih membaik,” katanya.

Terkait sumber asap, BMKG menyebutkan aktivitas kebakaran lahan di sejumlah kawasan turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Beberapa lokasi yang disebut, antara lain wilayah Sambutan dan Palaran.

“Penyebab asap tebal di awan salah satunya penyebabnya kebakaran di Sambutan kemarin ya maupun di daerah Palaran,” ujar Abil.

Di tengah kondisi kualitas udara yang belum sehat, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap paparan asap.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, apabila harus beraktivitas di luar rumah. (Abi)



Pasang Iklan
Top