• Minggu, 25 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-32 SMAN 7 Balikpapan, Senin (5/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Peringatan Dies Natalis ke-32 SMA Negeri 7 Balikpapan tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi sekolah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan 1.139 siswa menghadapi tantangan masa depan, mulai dari literasi digital, pendidikan tinggi hingga pembentukan karakter.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-32 SMAN 7 Balikpapan, Senin (5/10/2026), mengatakan kegiatan perayaan di lingkungan sekolah seharusnya memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Menurutnya, rangkaian Dies Natalis SMAN 7 yang mengusung semangat religius, cerdas dan berprestasi telah diarahkan tidak hanya pada kegiatan seremonial, tetapi juga akademik, kreativitas dan inovasi.

“Kalaupun ada seremonial berkaitan dengan ulang tahun atau Dies Natalis, tetap kita harus mengedepankan kegiatan yang memberikan feedback yang baik terhadap siswa-siswa kita, supaya mereka berprestasi,” kata Bagus saat ditemui usai Kegiatan di SMAN 7 Balikpapan.

Ia menilai kegiatan akademik dan pengembangan kreativitas penting untuk membekali siswa dengan kemampuan di luar pembelajaran formal. Kemampuan tersebut, lanjutnya, dibutuhkan siswa ketika melanjutkan pendidikan maupun saat terjun ke tengah masyarakat.

Bagus juga menitipkan pesan kepada kepala sekolah dan para guru agar memberikan pendampingan kepada siswa dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial.

Menurutnya, penggunaan telepon seluler dan gadget harus dibarengi kemampuan memilah informasi agar siswa tidak mudah terpengaruh disinformasi maupun informasi yang dapat memicu perpecahan.

“Kita mesti menyampaikan kepada mereka untuk bisa lebih bijak menggunakan handphone atau gadget. Karena dalam satu genggaman ada banyak informasi,” ujarnya.

Selain literasi digital, Bagus meminta sekolah terus memperkuat edukasi mengenai bahaya narkotika. Ia mendorong guru dan layanan bimbingan konseling memberikan pemahaman secara berkelanjutan kepada siswa mengenai risiko penyalahgunaan narkoba.

Bagus juga menyoroti pentingnya peningkatan budaya membaca di kalangan pelajar. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi salah satu modal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi perubahan zaman.

Ia kemudian mengajak siswa memanfaatkan peluang pendidikan tinggi melalui program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program tersebut, menurut Bagus, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada jenjang S1 hingga S3 di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Timur sesuai ketentuan program.

“Tidak ada alasan lagi terkait orang tua yang tidak punya biaya. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak kita untuk terus belajar, tekun membaca dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Di hadapan para siswa, Bagus menegaskan bahwa pelajar saat ini merupakan generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan di berbagai bidang, baik pemerintahan, dunia usaha maupun sektor lainnya.

“Anda adalah agen perubahan untuk mengganti kami-kami ini sebagai generasi penerus, baik menjadi seorang pimpinan, wirausaha maupun pejabat. Tunjukkan dan buktikan,” serunya yang disambut antusias siswa.

Bagus juga meminta sekolah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pengalaman dan kemampuan siswa di luar bidang akademik.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Balikpapan Puspani mengatakan Dies Natalis ke-32 menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan refleksi sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Menurutnya, usia 32 tahun menjadi titik kestabilan sekaligus awal menuju kedewasaan bagi sekolah untuk terus berkembang.

“Dies Natalis ke-32 ini selain kami bersyukur, tentunya menjadi momentum untuk merefleksikan diri dan melakukan evaluasi terhadap banyak hal yang masih harus kami perbaiki,” ujar Puspani.

Ia menegaskan SMAN 7 Balikpapan akan melanjutkan berbagai praktik baik yang telah diwariskan para kepala sekolah sebelumnya.

Sekolah, lanjutnya, memiliki visi mewujudkan insan yang religius, cerdas dan berprestasi, berwawasan global serta peduli terhadap lingkungan sehat.

Puspani optimistis visi tersebut dapat terus diwujudkan dengan dukungan seluruh warga sekolah. Saat ini SMAN 7 Balikpapan memiliki 1.139 siswa yang didukung 53 guru, enam tenaga kependidikan atau TU, serta delapan karyawan yang terdiri atas empat petugas keamanan dan empat petugas kebersihan.

“Dengan kondisi yang ada, kami tetap optimistis karena kami percaya ada banyak potensi yang dimiliki 1.139 murid kami,” katanya.

Ia berharap Dies Natalis ke-32 menjadi titik awal bagi SMAN 7 Balikpapan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, peringatan hari jadi sekolah tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat karakter, kompetensi dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. (Las)



Pasang Iklan
Top