• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan dan nilai budaya masyarakat tetap terjaga. Prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengelolaan potensi pariwisata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong pengembangan destinasi yang memperhatikan daya dukung lingkungan, kearifan lokal, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi setiap wilayah.

Menurutnya, Kukar memiliki beragam potensi wisata, mulai dari kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi daya tarik wisata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan identitas budaya masyarakat setempat.

“Strategi Dispar adalah mengembangkan destinasi secara berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya,” jelas Sadli.

Ia menambahkan, pembinaan, pengawasan, dan pemeliharaan secara berkelanjutan juga diperlukan agar pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi tetap menjaga kualitas kawasan wisata.

Pelibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan, pemeliharaan fasilitas, serta pengembangan usaha yang mendukung aktivitas wisata.

Dispar Kukar juga mendorong pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, kuliner, kerajinan, jasa transportasi, dan penyedia akomodasi, agar mengambil bagian dalam ekosistem pariwisata. Melalui keterlibatan tersebut, pengembangan destinasi diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di sisi lain, peningkatan kualitas pengelolaan destinasi tetap menjadi perhatian. Pembinaan pengelola, pelatihan, penerapan standar pelayanan, serta peningkatan sarana dan prasarana diperlukan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan tanpa mengesampingkan kondisi lingkungan.

Sadli menyebutkan, keberhasilan pengembangan destinasi tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Kualitas pengelolaan, kebersihan, keamanan, kelayakan fasilitas, peningkatan pendapatan masyarakat, serta terjaganya lingkungan dan nilai budaya setempat juga menjadi indikator penting.

Namun, luas wilayah dan kondisi geografis Kukar yang beragam menjadi tantangan dalam pemerataan pengembangan destinasi. Karena itu, penentuan prioritas dan koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan agar pengembangan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

Dispar Kukar berharap pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha dapat berkolaborasi menjaga serta mempromosikan potensi wisata daerah. Wisatawan juga diharapkan turut menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan menghormati adat istiadat yang berlaku di setiap destinasi.

Melalui pendekatan yang mengutamakan kelestarian alam, perlindungan budaya, dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata Kukar diharapkan mampu memperkuat daya tarik daerah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top