
Pemilihan Teruna Dara Dispar Kukar Tahun 2025.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Keterbatasan anggaran daerah mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga keberlangsungan kegiatan promosi pariwisata.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah mendorong pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) guna mendukung penyelenggaraan kegiatan komunitas wisata.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan sejumlah kegiatan, termasuk event yang digagas komunitas Duta Wisata, kemungkinan tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran pemerintah.
Meski demikian, pihaknya berupaya mencari alternatif pendanaan agar komunitas pariwisata tetap dapat menjalankan kegiatan dan berkontribusi dalam mempromosikan potensi wisata daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyurati Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperoleh data perusahaan yang beroperasi di Kukar. Data tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dan membuka peluang dukungan CSR bagi kegiatan komunitas.
Ivan menjelaskan, komunitas atau asosiasi nantinya dapat mengajukan proposal kepada perusahaan untuk memperoleh dukungan pendanaan. Skema ini diharapkan menjadi alternatif agar pelaksanaan kegiatan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Jadi, kami ingin memperluas kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah dan asosiasi, tetapi juga melibatkan perusahaan swasta serta perbankan yang memiliki program CSR,” ujarnya Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, asosiasi Duta Wisata Kukar, Art Window, menjadi salah satu komunitas yang berpeluang memanfaatkan skema tersebut untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan.
"Melalui pengajuan proposal kepada perusahaan, komunitas diharapkan dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Dispar Kukar berharap keterlibatan dunia usaha dapat memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Selain membantu pembiayaan kegiatan, kolaborasi tersebut juga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi berbagai pihak dalam mempromosikan destinasi dan potensi wisata Kukar.
Ivan menegaskan, upaya memperluas sumber pendanaan ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi pemasaran pariwisata di tengah keterbatasan fiskal.
"Dengan sinergi pemerintah, asosiasi, perusahaan, dan perbankan, kegiatan komunitas diharapkan tetap berjalan serta mendukung perkembangan pariwisata daerah secara berkelanjutan," pungkasnya. (Adv/Dri)