• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Aplikasi Promosi Dispar Kukar.(Dok. Dispar Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mencari terobosan untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata di tengah keterbatasan anggaran. Salah satunya melalui inovasi promosi berbasis kolaborasi dan digitalisasi yang melibatkan komunitas, asosiasi, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah. Karena itu, pihaknya mendorong pola kerja kolaboratif agar kegiatan promosi tetap berjalan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

“Inovasi ini kami lakukan untuk memperluas jaringan dan jangkauan promosi pariwisata Kukar. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan kegiatan promosi,” ujarnya kepada KutaiRaya.com Kamis (1/10/2026).

Menurut Ivan, konsep yang dikembangkan mengusung semangat kolaborasi dan digitalisasi promosi pariwisata Kukar. Skemanya dilakukan dengan memperkuat kerja sama bersama komunitas, asosiasi, dan OPD yang memiliki keterkaitan dengan promosi daerah.

Sejumlah bentuk kolaborasi tersebut telah mulai diterapkan. Salah satunya melalui kerja sama dengan komunitas dalam penyelenggaraan kegiatan di kawasan Jam Bentong. Kolaborasi juga dilakukan bersama asosiasi dalam memeriahkan Expo Erau di Stadion Rondong Demang.

Dalam kegiatan Expo Erau, Dispar Kukar memanfaatkan dukungan asosiasi untuk mengisi stan promosi. Langkah tersebut dilakukan karena anggaran yang tersedia hanya dapat dialokasikan untuk kebutuhan sewa stan, sementara pengisian produk dan materi promosi dilakukan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan asosiasi.

“Misalnya saat Expo Erau, anggaran kami terbatas dan hanya cukup untuk menyewa stan. Untuk mengisi stan, kami berkolaborasi dengan asosiasi sehingga produk-produk mereka bisa ditampilkan,” jelasnya.

Selain kolaborasi dengan komunitas dan asosiasi, Dispar Kukar juga mulai menjajaki kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar untuk memperkuat promosi berbasis digital.

Kolaborasi tersebut nantinya dapat diarahkan pada produksi dan distribusi konten pariwisata. Dispar Kukar akan menyediakan materi dan objek promosi, sedangkan Diskominfo dapat mendukung dari sisi produksi konten, peralatan, serta kanal digital yang tersedia.

Konsepnya, tim dari kedua OPD dapat bersama-sama mendatangi objek wisata maupun kegiatan pariwisata di kecamatan untuk membuat konten promosi. Konten tersebut kemudian disebarluaskan melalui media sosial yang dikelola masing-masing OPD.

“Kami juga menjajaki kolaborasi dengan Diskominfo untuk memperkuat promosi melalui digitalisasi. Kami bisa bersama-sama turun ke objek wisata atau event di kecamatan, kemudian membuat konten yang disebarluaskan melalui media sosial,” katanya.

Kolaborasi juga dapat memanfaatkan fasilitas produksi konten yang dimiliki Diskominfo, termasuk perangkat podcast. Dengan skema tersebut, kegiatan promosi dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa harus mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan peralatan.

Ivan mencontohkan, ketika terdapat kegiatan pariwisata di kecamatan, seperti festival di kawasan pesisir, Dispar dan Diskominfo dapat menggelar podcast luar ruang dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia. Dispar menyiapkan materi promosi, sementara Diskominfo mendukung aspek teknis produksi.

“Daripada kami harus membeli peralatan podcast yang biayanya cukup besar, lebih efektif menggunakan skema kolaborasi. Masing-masing OPD memberikan dukungan sesuai sumber daya yang dimiliki,” ujarnya.

Selain promosi digital, Dispar Kukar juga menyiapkan kolaborasi dengan sektor pendidikan dan kebudayaan untuk memperkuat fungsi Planetarium Jagad Raya sebagai destinasi wisata edukasi.

Melalui konsep tersebut, pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA akan didorong untuk melakukan kunjungan edukatif secara terjadwal ke Planetarium Jagad Raya.

Kegiatan tidak hanya diarahkan untuk menyaksikan pertunjukan astronomi, tetapi juga dikembangkan dengan materi tematik, permainan edukatif, serta pengenalan ilmu astronomi.

“Kami ingin Planetarium Jagad Raya tidak hanya menjadi tempat menonton pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang wisata edukasi. Nanti akan ada tema, permainan edukasi, dan sosialisasi agar anak-anak semakin tertarik mempelajari astronomi,” jelas Ivan.

Ia berharap pengembangan konsep tersebut dapat menjadi langkah jangka panjang untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu astronomi sekaligus memperkuat posisi Planetarium Jagad Raya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kukar.

Ke depan, Dispar Kukar akan terus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak. Pola tersebut dinilai menjadi salah satu inovasi yang dapat menjaga kesinambungan promosi pariwisata, sekaligus membuat pemanfaatan sumber daya antarlembaga menjadi lebih efektif.

Dengan menggabungkan kekuatan komunitas, asosiasi, OPD, pelaku usaha, dan kanal digital, promosi pariwisata Kukar diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top