
Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, Senin (28/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh puskesmas, termasuk wilayah terpencil yang selama ini masih memiliki keterbatasan tenaga.
Salah satu langkah yang disiapkan dengan mengusulkan penugasan khusus kepada pemerintah pusat untuk mengisi kebutuhan tenaga kesehatan di lokasi yang minim peminat.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil tetap berjalan optimal.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan, penugasan khusus menjadi salah satu upaya yang akan ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di sejumlah lokasi yang sulit mendapatkan tenaga secara mandiri.
"Yang jelas kita usulkan melalui penugasan khusus ke pusat, karena lokasi-lokasi terpencil memang seperti itu. Mudah-mudahan disetujui pusat supaya kebutuhan tenaga kesehatan bisa terpenuhi," ujar Ismi kepada KutaiRaya.com, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Puskesmas Kukar saat ini terus mengalami perbaikan.
Saat dirinya mulai menjabat pada Mei 2026 lalu, masih terdapat 2 puskesmas yang mengalami kekosongan tenaga tertentu.
Namun, secara bertahap kondisi tersebut berhasil ditangani.
Saat ini, seluruh puskesmas telah memiliki tenaga yang dibutuhkan, meskipun pada beberapa lokasi masih terdapat jenis tenaga tertentu yang jumlahnya belum ideal.
Pemenuhan tenaga tersebut dilakukan melalui beberapa skema.
Selain melalui Dinkes, puskesmas juga dapat memanfaatkan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memenuhi kebutuhan tenaga sesuai kondisi masing-masing.
Menurutnya, setiap puskesmas memiliki kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, pemenuhan tenaga tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama untuk seluruh puskesmas.
Jika masih terdapat kekurangan tenaga tertentu, Dinkes akan melakukan penambahan sesuai kebutuhan pelayanan.
"Intinya, baik melalui dinas, melalui BLUD, maupun BLUD puskesmas, kita berupaya memenuhi jenis-jenis tenaga yang dipersyaratkan untuk puskesmas. Kalau misalnya satu kurang, kita tambah lagi sesuai kebutuhan, karena tiap puskesmas berbeda-beda," ucapnya.
Salah satu kecamatan yang masih menjadi perhatian, Puskesmas Tabang.
Ia menerangkan wilayah tersebut akan didorong melalui mekanisme penugasan khusus karena hingga saat ini masih minim peminat untuk tenaga tertentu.
Mekanisme serupa juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dokter gigi yang masih kurang di beberapa wilayah.
Penugasan khusus dinilai menjadi salah satu alternatif untuk menempatkan tenaga kesehatan pada lokasi yang memiliki kebutuhan, tetapi belum banyak diminati.
Ia menjelaskan skema penugasan khusus bukan hal baru dalam pemenuhan tenaga kesehatan.
Pemerintah pusat sebelumnya juga menerapkan mekanisme serupa untuk sejumlah jenis tenaga kesehatan melalui program penugasan tertentu.
Untuk mendukung pelaksanaannya, standar satuan harga penugasan tersebut telah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.
Pemerintah daerah selanjutnya menunggu proses administrasi dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebelum penugasan dapat dilakukan.
"Di APBD Perubahan 2026 standar satuan harganya sudah kita masukkan. Tinggal menunggu DPA. Mudah-mudahan setelah disahkan, kita bisa menugaskan tenaga-tenaga tertentu yang masih kurang di lokasi-lokasi khusus yang memang kurang peminat," ucapnya. (Adv/Zar)