• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus memperkuat pengembangan destinasi wisata sebagai upaya meningkatkan daya tarik kunjungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pengembangan dilakukan melalui peningkatan kualitas destinasi, fasilitas dan infrastruktur, promosi pariwisata, serta penguatan peran masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Dispar Kukar juga mendorong inovasi dan pengembangan potensi lokal agar destinasi wisata daerah semakin menarik dan mampu bersaing.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, mengatakan strategi pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada penguatan potensi masyarakat di sekitar destinasi.

Menurutnya, sejumlah destinasi saat ini menjadi fokus pengembangan pemerintah daerah. Pengembangan tersebut dilakukan secara paralel dengan penguatan desa wisata berbasis masyarakat.

Salah satu destinasi unggulan yang menjadi perhatian adalah Pulau Kumala di Tenggarong. Sebagai salah satu ikon pariwisata Kukar, kawasan tersebut tengah diarahkan untuk kembali menjadi magnet kunjungan wisatawan, salah satunya melalui revitalisasi dan pembangunan wahana Waterboom.

“Pulau Kumala merupakan ikon pariwisata utama di pusat kota yang sedang direvitalisasi. Pengembangannya diarahkan untuk mengembalikan magnet kunjungan massal sekaligus memulihkan fungsinya sebagai pusat rekreasi keluarga,” ujar Sadli Selasa (29/9/2026).

Selain Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja juga menjadi destinasi prioritas. Destinasi pesisir tersebut memiliki tingkat kunjungan yang tinggi dan selama ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Pengembangan Pantai Tanah Merah juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga aktivitas pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Waduk Panji Sukarame di Tenggarong dikembangkan sebagai destinasi berbasis alam dan edukasi. Pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan aset infrastruktur daerah agar memiliki nilai tambah bagi pelajar maupun wisatawan.

Pada sisi lain, Dispar Kukar juga memberikan perhatian terhadap destinasi berbasis komunitas melalui pengembangan desa wisata. Salah satunya Desa Wisata Pela di Kecamatan Kota Bangun yang memiliki potensi ekowisata habitat Pesut Mahakam.

Desa Wisata Pela dikembangkan dengan mengintegrasikan aspek pariwisata, edukasi dan pelestarian lingkungan. Keberadaan Pesut Mahakam menjadi salah satu daya tarik utama yang dapat dikembangkan melalui konsep wisata berkelanjutan.

Sadli menjelaskan, penetapan destinasi prioritas dilakukan berdasarkan sejumlah indikator strategis. Salah satunya adalah diferensiasi karakteristik objek wisata sehingga setiap destinasi memiliki keunggulan dan segmen yang berbeda.

Selain itu, pemerintah daerah mempertimbangkan peluang peningkatan PAD dan penguatan ekonomi masyarakat. Destinasi yang memiliki potensi kunjungan tinggi dinilai dapat memberikan efek berganda melalui tiket, retribusi, pemanfaatan fasilitas, hingga aktivitas UMKM.

Faktor kesiapan infrastruktur dan peluang kerja sama dengan investor juga menjadi pertimbangan. Dengan demikian, pengembangan destinasi diharapkan tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah, tetapi dapat membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta.

Sementara itu, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso mengatakan wilayah Tenggarong memiliki sejumlah objek wisata yang menjadi andalan Kukar. Di antaranya Museum Mulawarman, Pulau Kumala, Planetarium, serta berbagai destinasi lainnya.

Ia berharap pengembangan pariwisata dapat terus dilakukan sehingga destinasi yang menjadi ikon Kukar, khususnya Pulau Kumala, kembali ramai dikunjungi wisatawan.

“Semoga ke depannya wisata yang menjadi ikon Kukar, khususnya Pulau Kumala, bisa kembali ramai dikunjungi wisatawan, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Penguatan destinasi, promosi, keterlibatan masyarakat, serta pembukaan peluang investasi menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top