
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, Selasa (29/9/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak mulai melakukan konsolidasi internal dan pemetaan terhadap program-program kesehatan yang sedang berjalan.
Ia mengatakan, program yang selama ini dinilai berjalan baik akan tetap dilanjutkan. Sementara program yang masih menghadapi kendala akan dievaluasi agar menentukan langkah penyelesaian maupun percepatan.
“Yang sudah berjalan baik tentu harus dipertahankan dan diteruskan. Sementara yang masih dalam proses akan kami lihat kembali. Kalau memang perlu percepatan, tentu akan kami dorong,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, konsolidasi internal telah dilakukan agar memetakan kembali berbagai program dan kegiatan Dinkes Kaltim. Langkah tersebut juga diperlukan untuk menghadapi pelaksanaan program dalam APBD Perubahan 2026.
Dirinya mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di sektor kesehatan yang harus diselesaikan. Karena itu, pihaknya akan mengevaluasi program satu per satu agar mengetahui mana yang membutuhkan intervensi maupun percepatan.
“Banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah. Kami akan melihat, mengevaluasi dan memetakan satu per satu. Mana yang perlu dipercepat dan mana yang sudah berjalan sesuai jalurnya, tentu akan terus kami kawal,” ungkapnya.
Terhadap persoalan yang belum terselesaikan, Dinkes Kaltim akan menggali penyebab dan hambatan yang terjadi dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Dari evaluasi tersebut, pihaknya berharap dapat menemukan solusi terhadap berbagai persoalan pelayanan kesehatan.
Ia juga berharap mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, agar upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Harapan kami, dukungan semua pihak bisa memberikan energi positif untuk meningkatkan layanan yang sudah berjalan. Kalau masih ada yang dianggap kurang, tentu akan kami perbaiki sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menegaskan pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian yang akan diperkuat. Dinkes Kaltim juga akan berupaya mengakomodasi berbagai persoalan yang dihadapi fasilitas maupun tenaga pelayanan kesehatan agar layanan yang diterima masyarakat semakin baik.
Salah satu program yang menjadi perhatian, adalah Gratispol dan Jospol yang menjadi program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Menurutnya, Dinkes Kaltim akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan pemerintah daerah. Sosialisasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar tidak terjadi perbedaan persepsi mengenai cakupan maupun mekanisme program.
“Program yang sekarang menjadi perhatian tentunya Gratispol dan Jospol. Kami akan mengawal sesuai dengan maksud Pak Gubernur menjalankan program ini. Kami juga berharap masyarakat tidak salah mempersepsikan program tersebut sehingga ekspektasinya tidak berbeda dengan tujuan program,” jelasnya.
Dirinya mengatakan, program tersebut pada prinsipnya diarahkan agar memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, terutama agar persoalan pembiayaan tidak menjadi penghambat ketika masyarakat membutuhkan layanan medis.
Namun menurutnya, peningkatan layanan kesehatan tidak cukup hanya melalui dukungan pembiayaan. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan juga harus diperkuat, khususnya rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah yang sulit dijangkau.
“Selain pembiayaan, kami juga akan mendorong sarana dan prasarana pelayanan, terutama rumah sakit di daerah-daerah yang mungkin masih sulit dijangkau. Harapannya masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan,” tuturnya.
Dinkes Kaltim, juga tidak akan hanya berfokus pada pelayanan kuratif atau pengobatan. Upaya promotif dan preventif akan diperkuat untuk mencegah masyarakat yang sehat jatuh sakit serta mencegah kondisi pasien menjadi semakin berat.
“Kami tidak hanya mengedepankan layanan kuratif. Promotif dan preventif juga akan lebih diperkuat supaya masyarakat yang sehat tetap sehat. Sedangkan masyarakat yang sakit bisa segera mendapatkan pelayanan agar kondisinya tidak semakin berat,” pungkasnya. (*Yud)