
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus diperkuat melalui pemberian stimulus kepada komunitas dan pelaku kreatif. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan skema bantuan yang secara bertahap diperluas agar semakin banyak komunitas dapat memperoleh dukungan pengembangan usaha maupun kegiatan kreatif.
Program Stimulus Ekonomi Kreatif (Ekraf) tersebut menjadi salah satu bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik 2026. Pada tahap awal pelaksanaannya, Dispar Kukar mengalokasikan dukungan kepada dua komunitas kreatif dengan total anggaran Rp200 juta.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program tersebut dirancang untuk berkembang secara bertahap. Jumlah penerima bantuan ditargetkan meningkat pada tahun berikutnya.
“Di 2026 baru dua bantuan komunitas kreatif di DPA kami. Di 2027 target 10 bantuan mulai aktif,” ungkap Zikri, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, setiap komunitas yang memenuhi persyaratan berpeluang mendapatkan dukungan hingga Rp100 juta. Namun, bentuk stimulus tidak selalu berupa bantuan tunai karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan program yang diajukan.
“Pemerintah bisa memberi bantuan sebanyak Rp100 juta per pelaku atau komunitas kreatif. Bantuan bisa berupa uang atau barang sesuai proposal pembiayaan yang mereka ajukan,” tuturnya.
Skema tersebut memberikan ruang bagi komunitas untuk mengusulkan kebutuhan yang benar-benar menunjang aktivitas mereka. Proposal yang diajukan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah.
Dispar Kukar juga menetapkan sejumlah kriteria bagi calon penerima. Program ini diarahkan kepada komunitas atau pelaku ekonomi kreatif yang memiliki legalitas serta menjalankan kegiatan yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekosistem kreatif di lingkungan masing-masing.
Cakupan penerima pun terbuka bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, musik, film, fotografi, desain komunikasi visual, hingga pengembangan aplikasi.
Zikri menjelaskan, Dispar Kukar telah menyelesaikan kajian terkait mekanisme pemberian stimulus. Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para pelaku ekonomi kreatif melalui pusat pelayanan ekonomi kreatif.
Perluasan dari dua penerima pada 2026 menjadi 10 bantuan pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas jangkauan program. Dengan semakin banyak komunitas yang mendapat akses dukungan, diharapkan aktivitas kreatif di Kukar dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Program stimulus tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendorong komunitas ekraf agar semakin aktif mengembangkan potensi, menghasilkan karya, serta membangun kegiatan yang memiliki nilai ekonomi di tengah masyarakat. (Adv/Dri)