• Jum'at, 25 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dispar Kukar, Gondo Suli Setiawati.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Salah satu program yang disiapkan tahun ini berupa pelatihan digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dispar Kukar, Gondo Suli Setiawati, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu agenda pengembangan SDM yang telah direncanakan. Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah.

“Untuk tahun ini ada program pelatihan digital marketing, tetapi belum bisa dijalankan karena terkendala efisiensi anggaran,” ujar Suli Kamis (24/9/2026).


Menurutnya, pelatihan tersebut menyasar para pelaku ekonomi kreatif di Kukar. Kegiatan diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung pemasaran produk, sehingga pelaku ekraf dapat memperluas jangkauan pasar.

Suli menjelaskan, pada awal perencanaan, pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta sekitar 100 hingga 200 orang. Konsep tersebut dipilih agar cakupan peserta tetap luas dengan anggaran yang tersedia.

Namun, dalam pembahasan perubahan, konsep kegiatan disesuaikan kembali. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta, jumlah peserta direncanakan dikurangi menjadi sekitar 20 orang dan pelaksanaan dilakukan secara luring atau tatap muka.

“Awalnya direncanakan melalui Zoom dengan peserta sekitar 100 sampai 200 orang. Setelah perubahan, kuotanya dikurangi menjadi 20 orang dan dilaksanakan secara tatap muka,” jelasnya.

Suli menambahkan, kegiatan tersebut difokuskan sebagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peserta. Karena keterbatasan anggaran, program tahun ini belum mencakup sertifikasi bagi peserta.

“Untuk tahun ini pelatihan saja, belum sampai sertifikasi karena anggarannya tidak mencukupi,” pungkasnya. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top