• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengawal promosi Erau Adat Kutai sebagai salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan daerah. Setelah mengawal rangkaian promosi Erau 2026, Dispar Kukar kini mulai mempersiapkan langkah agar Erau kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan proses pengusulan Erau untuk masuk dalam KEN 2027 menjadi salah satu program yang tengah dikawal pihaknya. Pengajuan proposal tersebut dilakukan bertepatan dengan periode pengusulan event KEN 2027 oleh Kementerian Pariwisata.

“Untuk selanjutnya, program kami adalah mengawal Erau lagi agar bisa masuk dalam KEN tahun 2027. Batas akhir penyampaian proposalnya tanggal 25 September,” ujar Awang Ivan Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, setelah proposal diajukan, terdapat sejumlah tahapan seleksi yang harus dilalui. Proses tersebut meliputi kurasi dan verifikasi proposal, wawancara, hingga seminar atau pemaparan rencana pelaksanaan event secara langsung di hadapan tim seleksi.

Pada tahap seminar, penyelenggara Erau nantinya akan memaparkan secara langsung rencana pelaksanaan Erau 2027. Dalam proses tersebut, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga akan terlibat sebagai penyelenggara dan dapat diwakili oleh pihak yang ditunjuk.

“Setelah seluruh tahapan dilaksanakan, tim seleksi dari kementerian akan menetapkan apakah Erau masuk dalam KEN 2027 atau tidak. Pengumumannya direncanakan pada Januari 2027,” jelasnya.

Awang Ivan menegaskan, Dispar Kukar akan terus mengupayakan agar Erau dapat kembali menjadi bagian dari KEN. Namun, masuknya sebuah event dalam KEN tidak bersifat otomatis setiap tahun. Evaluasi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan acara serta dampaknya terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah dampak kegiatan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran Erau dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui meningkatnya kunjungan dan transaksi di kawasan kegiatan.

“Kalau sudah masuk KEN, bukan berarti tahun berikutnya otomatis masuk lagi. Tetap dilihat evaluasinya, terutama dampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan UMKM selama pelaksanaan Erau menjadi salah satu hal yang memberikan optimisme bagi Dispar Kukar. Aktivitas masyarakat dan pengunjung di area UMKM terus menunjukkan geliat, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja.

Dispar Kukar pun optimistis peningkatan kunjungan selama Erau 2026 dapat menjadi salah satu modal penting dalam pengusulan Erau 2027. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Erau sebagai event budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi Kutai, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami optimistis peningkatan kunjungan selama Erau tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Itu menjadi salah satu peluang dan dasar optimisme kami agar tahun depan Erau bisa kembali masuk KEN,” pungkasnya. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top