
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, Senin (21/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus memastikan kebutuhan sarana produksi pertanian bagi petani tetap tersedia, terutama benih dan pupuk jelang musim tanam.
Langkah ini dilakukan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran kegiatan pertanian di tengah adanya pergeseran waktu musim tanam di sejumlah wilayah Kukar.
Verifikasi kebutuhan petani juga terus dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifany mengatakan, untuk bantuan benih dari pemerintah pusat, pihaknya saat ini masih melakukan proses verifikasi terhadap kelompok tani yang mengajukan kebutuhan.
Bantuan tersebut nantinya berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Mekanismenya, kelompok tani mengajukan kebutuhan kepada Distanak Kukar, kemudian pemerintah daerah melakukan verifikasi sebelum hasilnya diteruskan kepada BRMP.
"Nanti bantuan akan turun dari BRMP," ujar Rifany kepada KutaiRaya.com, Senin (21/9/2026).
Ia memastikan dari sisi ketersediaan benih, kondisi saat ini masih aman.
Namun, jumlah benih yang nantinya disalurkan kepada kelompok tani belum dapat dipastikan karena proses verifikasi masih berjalan.
Menurutnya, salah satu kendala dalam menghitung kebutuhan adalah adanya pergeseran musim tanam.
Sebagian petani dijadwalkan mulai menanam pada September, sementara sebagian lainnya baru memasuki masa tanam pada Oktober.
Maka itu, Distanak perlu mengumpulkan seluruh data dari kelompok tani terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan secara keseluruhan.
"Ini masih proses karena musim tanam berubah. Itu nanti kita akumulasikan berapa jumlahnya, baru kelihatan kebutuhannya," ujarnya.
Selain benih, pupuk juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan penyalurannya tetap berjalan melalui mekanisme pupuk bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Setiap kelompok tani diminta aktif menginput kebutuhan pupuk melalui sistem RDKK.
Kemudian data tersebut diproses secara daring sehingga kuota pupuk yang dibutuhkan dapat diketahui dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
Ia menegaskan pemerintah pusat telah memastikan kebutuhan pupuk secara keseluruhan dapat dipenuhi.
Sehingga potensi kelangkaan di tingkat petani diharapkan dapat dihindari selama kelompok aktif menyampaikan kebutuhan melalui sistem yang telah disediakan.
"Insyaallah tidak ada kelangkaan, sepanjang masyarakat aktif untuk menginput kebutuhan pupuknya," katanya.
Ia menambahkan hampir seluruh kelompok tani di Kukar menjadi bagian dari pendataan kebutuhan benih maupun pupuk.
Namun, waktu pengajuan dan kebutuhan masing-masing kelompok dapat berbeda karena mengikuti jadwal musim tanam di wilayahnya.
Pemkab Kukar melalui Distanak pun terus melakukan pendataan dan verifikasi agar distribusi bantuan dapat lebih tepat sasaran.
Pemerintah juga mengingatkan kelompok tani untuk aktif menyampaikan kebutuhan, sehingga perencanaan bantuan benih maupun pupuk dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. (Adv/Zar)