
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, Senin (21/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting dengan menjalankan berbagai program kesehatan secara berkelanjutan.
Upaya ini dilakukan mulai dari pencegahan, pemberian makanan tambahan (PMT), penguatan kader posyandu hingga menghadirkan dokter spesialis anak ke wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan, penanganan stunting menjadi salah satu program kesehatan yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, program tersebut tidak boleh berhenti, meskipun capaian yang diperoleh sudah menunjukkan perkembangan.
"Ini memang masih perlu kita kejar dan perlu di-maintenance. Angka kematian balita, penurunan stunting, dan pencapaian indikator SPM masih menjadi program prioritas," ujar Ismi kepada KutaiRaya.com, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan berdasarkan data per September 2026, angka stunting di Kukar berada di kisaran 14,2 persen.
Angka ini masih sesuai dengan target yang ditetapkan, namun pemerintah daerah masih harus bekerja untuk mengejar target berikutnya sekitar 12,2 persen.
Dalam 3 tahun terakhir, angka stunting di Kukar disebut mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Meskipun demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara rutin agar kasus tidak kembali meningkat.
"Walaupun angka yang kita capai sekarang masih di bawah target nasional, program kesehatan tidak bisa kita hentikan. Kalau kita lengah, nanti kasus bisa muncul kembali," ujarnya.
Salah satu langkah yang terus dilakukan Dinkes Kukar adalah pemberian PMT lokal melalui puskesmas.
Program ini menyasar ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) serta bayi dan balita yang mengalami stunting.
Untuk ibu hamil, salah satu indikator yang digunakan untuk melihat risiko KEK adalah pengukuran lingkar lengan atas (LILA).
Ibu hamil dengan LILA di bawah 23 sentimeter menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dan penanganan.
PMT yang diberikan disusun oleh tenaga gizi dengan memperhatikan kebutuhan makanan seimbang, seperti karbohidrat, protein dan zat gizi lainnya.
Bahan yang digunakan juga diupayakan berasal dari pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.
Selain melalui puskesmas, pembiayaan program tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk bantuan operasional kesehatan dari pemerintah pusat maupun APBD Kukar.
Pemkab Kukar juga menggandeng Yayasan Cipta untuk memperkuat penanganan stunting melalui pelatihan kader posyandu dan petugas kesehatan.
Pilot project juga dijalankan di wilayah Loa Janan dan Tenggarong Seberang.
Tidak hanya itu, Dinkes Kukar memiliki inovasi dengan mendatangkan dokter spesialis anak ke daerah yang memiliki kasus stunting dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat di wilayah yang sulit mengakses layanan spesialis tetap memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan.
Ia menambahkan data stunting terus diperbarui melalui dashboard yang diinput secara berkala.
Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan kasus, sekaligus menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian datang dari Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak.
Faktor akses menjadi salah satu hal yang terus dipantau pemerintah melalui data dan pelayanan di lapangan.
"Intinya, upaya penurunan stunting, penanganan KEK pada ibu hamil, serta program kesehatan lainnya akan terus dilakukan dan dipantau agar capaian yang sudah diperoleh dapat dipertahankan, sekaligus ditingkatkan," ucapnya. (Adv/Zar)