• Jum'at, 23 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Plt. Kepala Dinas Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dharmawan, Rabu (23/9/2026.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Memperingati World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan objek wisata Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari imbauan dalam rangka memperingati World Tourism Day. Dispar Kukar mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama menjaga kebersihan destinasi wisata sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pariwisata.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan Waduk Panji Sukarame dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki akses yang relatif mudah dan dekat dengan pusat pemerintahan.

“Karena ada imbauan untuk memperingati World Tourism Day pada Jumat (25/9/2026). Kita diwajibkan membersihkan objek wisata, gotong royong, dan kami memilih di Waduk karena aksesnya lebih dekat dan mudah untuk kita capai,” ujar Agus Rabu (23/9/2026).

Kegiatan bersih-bersih rencananya dimulai sejak pagi sekitar pukul 07.00 Wita dan ditargetkan selesai maksimal pukul 10.00 Wita. Kegiatan difokuskan pada aksi kebersihan kawasan wisata.

Seluruh pegawai Dispar Kukar akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, termasuk para peserta praktik kerja lapangan (PKL) yang saat ini berada di lingkungan Dispar Kukar.

“Semua ASN kita, termasuk anak-anak yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan, kita ajak semua,” jelasnya.

Selain menjadi bentuk partisipasi dalam peringatan World Tourism Day, kegiatan tersebut juga akan didokumentasikan dan dilaporkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur. Dokumentasi dari kabupaten dan kota nantinya menjadi bagian dari laporan kegiatan peringatan Hari Pariwisata Sedunia.

Di sisi lain, Dispar Kukar juga melihat momentum tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kembali aktivitas wisata di Waduk Panji Sukarame. Destinasi yang pernah ramai dikunjungi masyarakat itu kini menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah kunjungan.

Agus mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan kembali kawasan tersebut. Selain itu, sejumlah atraksi dan wahana yang sebelumnya menjadi daya tarik Waduk Panji Sukarame kini sudah tidak tersedia.

“Harapannya Waduk Panji ini sebagai salah satu wisata yang dikelola Dispar bisa ramai lagi seperti dulu. Cuma di tengah minim pembiayaan atau anggaran ini sebenarnya agak sulit juga kita untuk membangkitkan,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat dua aspek yang saat ini perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Waduk Panji Sukarame, yakni atraksi dan wahana wisata. Hilangnya kedua unsur tersebut turut memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

Ia menyebut, pengembangan wahana baru belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Dispar Kukar masih perlu menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran daerah serta melakukan kajian mengenai arah pengembangan kawasan.

“Kalau memang keuangan kita sudah membaik, nanti kita bikin kajian dulu. Sebenarnya kita mau jadikan apa Waduk ini. Jadi kita harus tahu mau dikemanakan arahnya,” jelas Agus.

Menurutnya, Waduk Panji Sukarame memiliki sejumlah peluang untuk dikembangkan dengan konsep wisata yang lebih terarah. Di antaranya wisata edukasi, pusat kegiatan luar ruang, hingga wisata olahraga alam.

Namun, penentuan konsep tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh Dispar Kukar. Diperlukan kajian dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan kawasan sesuai dengan potensi dan kebutuhan.

“Misalnya mau dijadikan eduwisata, harus kita rancang dari sekarang. Itu tidak bisa Dinas Pariwisata sendirian mengerjakannya. Kita perlu semua stakeholder, mungkin juga menggunakan jasa konsultan. Mau seperti apa Waduk ini, apakah misalnya menjadi pusat outbound atau pusat olahraga alam,” katanya.

Dengan demikian, aksi bersih-bersih dalam momentum World Tourism Day tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Dispar Kukar berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepedulian terhadap kebersihan sekaligus membuka ruang untuk pengembangan Waduk Panji Sukarame sebagai destinasi wisata yang lebih aktif dan memiliki daya tarik berkelanjutan. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top