
Dandim 0905 Balikpapan bersama Mabes TNI Brigjen TNI Mar Agung Triasnanto (kiri) dan Marsma TNI Anang Surdwiyono, di Balai Kota Balikpapan, Rabu (23/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Tim penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI menilai kesiapsiagaan masyarakat Kota Balikpapan dalam menghadapi potensi bencana sudah berjalan dengan baik.
Penilaian tersebut disampaikan setelah tim Mabes TNI bersama unsur TNI Angkatan Darat dan Pusat Penerangan TNI AD menjalankan tugas penyuluhan dan mitigasi karhutla di Kalimantan Timur khususnya di Kota Balikpapan selama hampir satu bulan.
Brigjen TNI Mar Agung Triasnanto mengatakan, selama menjalankan kegiatan di Balikpapan, pihaknya melihat kejadian karhutla relatif minim. Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter Balikpapan sebagai wilayah perkotaan serta kesiapan masyarakat dalam merespons potensi bencana.
“Secara umum tidak ada perbedaan. Alhamdulillah di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, untuk kejadian bencana hampir tidak ada. Kebakaran hutan hampir tidak ada karena memang ini perkotaan,” kata Agung, saat ditemui usai Pertemuan Silaturahmi dengan Wali Kota Balikpapan di Balai Kota Balikpapan, pada hari Rabu, 23 September 2026.
Selain faktor wilayah, menurut dia, masyarakat Balikpapan telah memiliki jaringan sosial yang cukup baik dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Masyarakat dinilai mampu bergerak cepat ketika terjadi suatu kejadian, karena telah memiliki jejaring komunikasi dan sistem respons di lingkungan masing-masing.
“Kami melihat struktur sosial masyarakatnya sudah punya sistem yang bagus menghadapi bencana. Mereka sudah punya jaringan-jaringan, apabila ada kejadian mereka bisa bergerak dengan cepat. Alhamdulillah, di Kota Balikpapan ini bagus sekali,” ujarnya.
Agung menyebut rangkaian kegiatan tim Mabes TNI di Kaltim dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Setelah seluruh agenda penyuluhan selesai, tim akan kembali ke Jakarta pada Jumat (25/9/2026).
Meski demikian, upaya pencegahan dan mitigasi karhutla akan tetap dilanjutkan oleh jajaran kewilayahan, termasuk Kodam dan Kodim.
“Ini ada Dandim, ada Kodam, nanti akan dilanjutkan secara terus-menerus dalam rangka menanggulangi karhutla ini,” jelasnya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga ancaman karhutla benar-benar terlewati. Selain dukungan faktor cuaca, kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran sejak dini.
“Harapannya kami semua, semoga bencana ini segera berlalu. Dari Allah SWT segera menurunkan hujan, dan semua masyarakat semakin menyadari bahaya ini sehingga bisa mengantisipasi dan memitigasi bencana secara lebih awal,” katanya.
Sementara itu, Marsma TNI Anang Surdwiyono menambahkan, kegiatan penyuluhan yang dilakukan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya mitigasi bencana.
Menurut dia, edukasi kepada masyarakat penting untuk membangun kesadaran mengenai potensi dan bahaya bencana. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sebelum bencana terjadi.
“Ini adalah salah satu wujud perhatian pemerintah pusat memang dalam mitigasi bencana, menekankan pentingnya edukasi terhadap masyarakat,” kata Anang.
Ia menegaskan, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan dan memperkuat upaya mitigasi bencana di tingkat daerah. (Las)