
Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan Rabu (23/9/2026).(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dalam rangka memeriahkan Erau Adat Kutai 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut ambil bagian dalam tradisi Beseprah yang digelar di sepanjang jalan depan Museum Mulawarman Tenggarong, Kamis (24/9/2026).
Beseprah menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai. Jalan protokol di kawasan pusat Kota Tenggarong akan dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan, tempat masyarakat bersama jajaran pemerintah menikmati hidangan secara bersama-sama.
Tradisi Beseprah bukan sekadar kegiatan makan bersama. Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Kutai yang merepresentasikan nilai kebersamaan, persatuan dan gotong royong, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah dalam bingkai adat dan budaya.
Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya kembali berpartisipasi dalam pelaksanaan Beseprah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dispar Kukar akan menyiapkan sajian makanan yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, memang ada kegiatannya untuk mengikuti Beseprah. Jadi OPD Pariwisata siap hadir besok menyajikan masakan atau makanan untuk masyarakat,” ujar Agus kepada KutaiRaya.com Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, panitia sebelumnya menetapkan alokasi sekitar 30 porsi untuk masing-masing OPD dan 30 porsi untuk masyarakat. Namun, Dispar Kukar memilih menyiapkan sajian dalam jumlah lebih banyak agar dapat dinikmati masyarakat yang hadir.
“Kami sediakan mungkin 100 semuanya untuk masyarakat. Kalau ASN mungkin hanya mengawasi saja di situ,” jelasnya.
Menurut Agus, keikutsertaan Dispar Kukar dalam Beseprah menjadi bagian dari komitmen untuk tetap menjaga keberlangsungan tradisi dalam rangkaian Erau Adat Kutai. Meskipun kondisi anggaran pemerintah daerah terbatas, kegiatan adat dan budaya tetap mendapat perhatian.
Ia menyebut, dukungan terhadap kegiatan Beseprah juga telah dianggarkan sebelumnya sehingga dapat direalisasikan pada pelaksanaan Erau tahun ini.
“Harapannya setiap tahun kita bisa mengikuti ini. Artinya, dengan kondisi keuangan seperti apa pun, kita harus tetap ikut ritual yang terdapat dalam festival adat Erau,” katanya.
Selain menjaga tradisi budaya, Agus melihat Beseprah memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata. Keunikan tradisi makan bersama di ruang publik tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Tenggarong selama pelaksanaan Erau.
“Dengan adanya acara Beseprah itu, harapannya tentu bisa menarik wisatawan. Tingkat kunjungan wisatawan ke Tenggarong melihat keunikan acara Beseprah dalam Erau, harapannya pengunjung makin banyak,” tuturnya.
Dispar Kukar tidak hanya berharap kunjungan berasal dari masyarakat lokal. Wisatawan dari daerah sekitar seperti Samarinda, Bontang, Balikpapan hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi sasaran kunjungan.
Menurut Agus, keberadaan IKN menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya dan tradisi Kutai kepada masyarakat yang baru bermukim di Kalimantan Timur.
“Kita harapkan bukan hanya dari masyarakat Kukar, tetapi juga tetangga-tetangga sekitar kita, Samarinda, Bontang, Balikpapan, dan satu lagi ada IKN tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat yang baru tinggal di kawasan IKN, khususnya mereka yang belum lama berada di Kalimantan, dapat mengenal lebih dekat budaya Kutai melalui berbagai rangkaian Erau Adat Kutai 2026, termasuk tradisi Beseprah.
“Apalagi mereka yang baru tinggal di Kalimantan, mudah-mudahan mereka bisa mengenal budaya dan tradisi yang ada di sini,” pungkasnya.
Melalui partisipasi dalam Beseprah, Dispar Kukar berupaya menjaga tradisi sekaligus mengoptimalkan momentum Erau Adat Kutai sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah. Tradisi budaya yang dikemas dalam ruang terbuka diharapkan mampu memperluas daya tarik Tenggarong sebagai destinasi wisata berbasis budaya. (Adv/Dri)