
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dharmawan, Minggu (20/9/2026).(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Festival Adat Erau 2026 tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi dan budaya Kutai, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar).
Dinas Pariwisata Kukar menargetkan pelaksanaan Erau tahun ini mampu menarik sedikitnya 40 ribu pengunjung. Target tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah kunjungan pada pelaksanaan Erau 2025 yang mencapai sekitar 20 ribu pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan target tersebut sejalan dengan perhatian Kementerian Pariwisata terhadap penyelenggaraan Erau sebagai salah satu agenda pariwisata daerah.
"Ada target dari Kementerian Pariwisata dalam agenda Erau tahun ini, minimal paling tidak 40 ribu pengunjung. Artinya, ada peningkatan 100 persen dari Erau tahun 2025. Tahun kemarin kita mendapatkan sekitar 20 ribu pengunjung," ujar Awang, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, masuknya Erau dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi momentum penting bagi Kukar untuk memperluas promosi budaya dan pariwisata ke tingkat nasional.
Awang menjelaskan, Erau sebelumnya telah melalui proses pengajuan dan kurasi oleh Kementerian Pariwisata. Dari sekitar 125 festival yang menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional tersebut, Erau terpilih untuk masuk dalam KEN.
"Alhamdulillah, sejak kita ajukan tahun kemarin, kemudian dikurasi oleh Kementerian Pariwisata, Erau terpilih di antara sekitar 125 festival di Indonesia. Alhamdulillah, Erau tahun ini masuk dalam program mereka," jelasnya.
Pemkab Kukar juga kembali mengikutsertakan Festival Adat Erau dalam proses kurasi KEN untuk tahun 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Erau sebagai salah satu event budaya dan pariwisata unggulan daerah.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata II Kementerian Pariwisata RI yang mewakili Menteri Pariwisata, Dwi Marhen Yono, mengapresiasi penyelenggaraan Erau dan mendorong agar kualitas event terus ditingkatkan.
Menurutnya, masuknya Erau dalam KEN harus diikuti dengan penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga mampu menarik wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Ia menekankan, pengembangan event pariwisata tidak semata-mata bertujuan menghadirkan keramaian, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu mengembangkan Erau menjadi event yang mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kukar dan membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan selama berada di daerah.
"Harapan kami ke depan, Pak Bupati, ini menjadi event yang berkualitas sehingga banyak wisatawan yang hadir, mereka membelanjakan uangnya di Kutai Kartanegara, tinggal lebih lama, dan menginap di Kutai Kartanegara," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Litbang Kompas pada 2025, sebanyak 125 event dalam KEN tercatat menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp7,1 triliun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi event pariwisata dalam menggerakkan perekonomian daerah apabila dikelola secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Dalam konteks Erau, dampak ekonomi tersebut diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor ekonomi kreatif, seniman, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat.
Dengan demikian, Erau tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi dapat berkembang sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisata di Kukar.
"Erau bukan hanya sekadar festival biasa, tetapi merupakan ruang perjumpaan antara tradisi masyarakat, perjalanan sejarah yang panjang, dan kolaborasi semua pihak," tuturnya.
Penyelenggaraan Erau 2026 pun diharapkan mampu memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kalimantan Timur, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. (Adv/Dri)