• Jum'at, 18 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala TAPD Kukar, Sunggono, Kamis (17/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Usulan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memangkas 50 persen anggaran Program RT Ku Terbaik, kini menjadi bahan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kukar.

Kepala TAPD Kukar, Sunggono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut dengan melihat hasil evaluasi serta kemampuan keuangan daerah.

"Sepanjang hasil evaluasi semuanya itu memang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, hanya bisa seperti itu untuk masuk di DPR dan diusulkan di DPR, kita akan pertimbangkan lagi," ujar Sunggono kepada KutaiRaya.com, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, salah satu pertimbangan TAPD dengan melihat kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah perlu memastikan kemampuan fiskal, sebelum seluruh program dapat dijalankan.

"Pertimbangannya di antaranya kita kan juga belum mendapat hak pemerintah daerah yang bisa kita diskusikan dan melaksanakan semua program-programnya. Kalau uangnya tidak ada, ya tidak bisa kita," ucapnya.

Meskipun begitu, ia berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik pada tahun berikutnya.

Dengan kondisi fiskal yang lebih baik, program-program dedikasi Kukar Idaman Terbaik diharapkan dapat direncanakan dan dilaksanakan sejak awal tahun.

"Dan dari keadaan keuangan yang membaik itu, dari awal tahun kita sudah bisa programkan dan melaksanakan semua program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, termasuk RT Ku Terbaik," tututnya.

Sebelumnya, DPRD Kukar mengusulkan agar anggaran Program RT Ku Terbaik dipangkas sebesar 50 persen.

Usulan ini muncul karena program yang direncanakan berjalan pada Oktober 2026 hanya memiliki waktu pelaksanaan sekitar 3 bulan hingga akhir tahun.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menilai anggaran Rp 150 juta per RT akan lebih ideal apabila program dapat dilaksanakan sejak awal tahun.

Namun, waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, penggunaan anggaran secara penuh dikhawatirkan tidak terserap secara maksimal.

"Kalau anggaran Rp 150 juta itu, efektif kalau dilaksanakan dari Januari. Tapi karena ini sudah memasuki bulan 9 dan akan dilaksanakan di bulan 10, itu pasti tidak ideal," ujarnya.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan Program RT Ku Terbaik tetap akan dijalankan.

Ia menyampaikan program ini merupakan salah satu janji politik yang harus direalisasikan.

Pernyataan itu disampaikan saat ditanya mengenai adanya usulan Ketua DPRD Kukar untuk memangkas anggaran RT Ku Terbaik sebesar 50 persen.

"Tidak. Kita tetap, karena itu janji politik kita. RT Ku Terbaik tetap harus jalan," tuturnya.

Program RT Ku Terbaik sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemkab Kukar yang diluncurkan pada Juni 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat RT, dengan alokasi yang sebelumnya direncanakan mencapai Rp 150 juta per RT. (*Zar)



Pasang Iklan
Top