
Kabag Ops Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira, Selasa (15/9/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).
TENGGARONG, KutaiRaya.com: Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan 350 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung pada 20-28 September 2026.
Ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, hingga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama kegiatan berlangsung.
Kabag Ops Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira mengatakan, 350 personel ini dilibatkan dalam pengamanan mulai dari rangkaian kegiatan hingga penutupan Erau.
"Untuk kekuatan pengamanan Erau sebanyak 350 personel," ujar Ecky, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan personel yang diterjunkan terdiri dari beberapa unsur dengan tugas berbeda.
Sebanyak 10 personel menjadi unsur pimpinan, sedangkan 200 personel disiapkan sebagai pengamanan kegiatan.
Selain itu, ada 35 personel penegakan hukum (gakkum), 35 personel pengamanan tertutup (pamtup), 50 personel pengamanan lalu lintas (pam lalin), serta 10 personel pengamanan personel.
Polres Kukar juga menyiapkan 5 personel kesehatan lapangan dan 5 personel humas untuk mendukung jalannya pengamanan.
"Target pengamanan yaitu terselenggaranya Erau Adat Kutai 2026 dengan aman, tertib, lancar dan terkendali sesuai dengan yang direncanakan," ujarnya.
Selain itu, pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan dan pengunjung, sekaligus menjamin kelancaran mobilitas panitia, tamu VVIP, peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Erau.
Polres Kukar juga akan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul selama kegiatan berlangsung, termasuk di lokasi acara maupun tempat penginapan peserta.
Besarnya antusiasme masyarakat menjadi salah satu perhatian kepolisian.
Ribuan pengunjung diperkirakan akan memadati sejumlah lokasi kegiatan, sehingga potensi kerumunan dan desak-desakan menjadi salah satu hal yang diantisipasi.
Kondisi ini dinilai dapat memicu kesalahpahaman hingga perselisihan antarpengunjung apabila tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, polisi mengantisipasi potensi tindak kriminal, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Pengamanan juga menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat milik peserta dan pengunjung yang terparkir di sekitar lokasi kegiatan, khususnya pada area yang minim pengawasan.
Kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian karena akses menuju sejumlah lokasi kegiatan diperkirakan mengalami peningkatan kepadatan.
Polres Kukar akan menempatkan personel lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan, terutama di titik akses masuk dan keluar lokasi kegiatan.
Selain ancaman kriminalitas dan kemacetan, kepolisian turut memetakan sejumlah potensi gangguan lainnya, seperti aksi penjambretan, penganiayaan, kebakaran maupun pembakaran, hingga gangguan keamanan lainnya.
Polisi juga mengantisipasi kemungkinan adanya sabotase, teror, aksi demonstrasi atau unjuk rasa yang dapat mengganggu jalannya rangkaian Erau.
Potensi gangguan terhadap panitia, peserta maupun wisatawan juga menjadi bagian dari pemetaan keamanan yang dilakukan Polres Kukar.
"Dengan kekuatan 350 personel, Kami menargetkan seluruh rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 dapat berjalan aman, tertib dan lancar hingga kegiatan berakhir," ucapnya. (*zar)