
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.(Foto: Adc/Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Kota Bontang kembali mencatatkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan yang diserahkan di Balikpapan. Penghargaan tersebut mencakup bidang ketenagakerjaan, akses layanan kesehatan, dan pengelolaan sampah.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari sejumlah program yang selama ini dijalankan pemerintah daerah, termasuk upaya memberikan perlindungan dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkot Bontang telah memiliki aplikasi Teman Naker. Melalui aplikasi tersebut, perusahaan maupun investor yang membutuhkan tenaga kerja diarahkan memasukkan informasi lowongan sehingga dapat diakses masyarakat.
“Kita punya aplikasi Teman Naker. Perusahaan maupun investor yang membutuhkan tenaga kerja harus memasukkan informasi ke aplikasi tersebut sehingga masyarakat bisa mengakses kesempatan kerja yang tersedia,” ujarnya Neni, Selasa (15/9/26).
Pemkot Bontang memiliki regulasi daerah yang mengatur perlindungan tenaga kerja lokal. Menurutnya, sedikitnya 70 persen tenaga kerja yang terserap di perusahaan diarahkan berasal dari masyarakat Bontang.
Tidak hanya ketenagakerjaan, Bontang juga mendapat apresiasi dalam bidang akses layanan kesehatan. Ia menyebut capaian Bontang menjadi yang terbaik pertama untuk regional Kalimantan.
“Untuk akses layanan kesehatan, alhamdulillah kita juga menjadi yang terbaik pertama regional Kalimantan,” ungkapnya.
Penghargaan lainnya diraih dalam bidang pengelolaan sampah. Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Bontang untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Salah satunya melalui gerakan Sampahku Tanggung Jawabku dengan penerapan prinsip 3R atau reduce, reuse, recycle. Bank sampah juga telah berkembang di berbagai lingkungan RT agar mendorong masyarakat melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
“Di Bontang kita punya gerakan Sampahku Tanggung Jawabku. Hampir semua RT memiliki bank sampah dan masyarakat didorong untuk memilah sampah. Ini yang terus kita lakukan dari sekarang,” jelasnya.
Langkah tersebut, juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kebijakan pengelolaan sampah ke depan. Pemkot berupaya menekan sebanyak mungkin sampah yang dibuang ke TPA sehingga hanya menyisakan residu.
Dirinya mengatakan penilaian terhadap capaian tersebut melibatkan kementerian terkait dan Kementerian Dalam Negeri. Pada pelaksanaannya, CNN juga terlibat sebagai penyelenggara kegiatan.
Selain penghargaan, Pemkot Bontang mendapatkan hadiah dengan nilai hampir Rp7 miliar. Neni memastikan dana tersebut akan dikembalikan untuk mendukung program pembangunan melalui perangkat daerah terkait.
Anggaran itu antara lain akan dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan masyarakat, penanganan banjir, percepatan penurunan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan serta program lingkungan hidup.
“Hadiah hampir Rp7 miliar itu dikembalikan lagi kepada dinas-dinas terkait untuk kepentingan pembangunan. Ada untuk pelatihan tenaga kerja, penanggulangan banjir dan stunting, kemudian kesehatan serta lingkungan hidup,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan dana tersebut tetap melalui proses asesmen dan harus disesuaikan dengan ketentuan kementerian terkait serta Kemendagri.
“Penggunaannya harus sesuai dengan hasil asesmen dan peruntukannya. Jadi dana tersebut kembali lagi untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Bontang,” pungkasnya. (*Yud)